Investasi Eksplorasi Vale Capai US$ 600 Ribu

NERACA

Jakarta – Tercatat sampai dengan Agustus 2014, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah mengeluarkan dana senilai US$ 600.948,62 untuk biaya eksplorasi yang difokuskan pada daerah-daerah dalam kontrak karya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, Ratih Amri, daerah eksplorasi yang dilakukan perseroan seperti di Bukit Konde Central, Bukit Konde West, Bukit Fiona-Farah, serta Bukit Mahalona South West di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Disebutkan, eksplorasi dilakukan perseroan bersama dengan pihak ketiga yang melibatkan kontraktor.

Sedangkan, hasil pengujian masih dalam proses penghitungan cadangan dengan metode block modelling di Sorowako. Pada tahun 2014 ini, perseroan menargetkan produksi nikel mencapai 79.691 ton, sementara di sisi penjualan diharapkan mampu mencapai US$1 miliar. Sementara unutk laba bersih, perseroan memprediksi dapat meraup US$112 juta, dengan asumsi harga nikel di LME US$16.000 per ton. “Selain itu, kami berharap agar proses renegosiasi kontrak dapat diselesaikan pada kurtal pertama tahun ini. Karena hingga saat ini masih ada beberapa poin pengajuan pemerintah yang harus dibicarakan lebih rinci lagi. Kami paham jika luas wilayah harus dikurangi,”kata Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Nico Kanter.

Sepanjang bulan Januari 2014, perseroan terus melakukan kegiatan eksplorasi di daerah-daerah yang terdapat dalam kontrak karya. Pada tahun 2013, kinerja perseroan mengalami penurunan seiring dengan penurunan harga nikel dunia. Tahun 2013, produksi nikel perseroan hingga kuartal ketiga hanya mencapai 57.503 ton, padahal perseroan menargetkan produksi nikelnya mencapai 79.500 ton.

Asal tahu saja, daerah eksplorasi yang digarap perseroan sepanjang Januari berada di Bukit Mahalona South West dan Konde South di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi di Januari mencapai US$205,72 ribu.

Untuk eksplorasi yang dilakukan di Mahalona South West, perseroan menggunakan metode pengeboran core drilling HQ-3 untuk program spasi 50m. Sedangkan untuk di daerah Konde South, pihaknya melakukan pengeboran study Colocated spasi 100m. Dia menyebutkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pengujian hasil eksplorasi dengan proses penghitungan cadangan menggunakan metoda block modeling di Sorowako.

Rencananya, untuk Sorowako Project Area (SPA) perseroan akan melanjutkan kegiatan pengeboran sisipan di Bukit Mahalona South West dengan spasi 50m menggunakan 4 mesin bor serta melanjutkan kegiatan pengeboran study Colocated di Konde South spasi 100m dengan menggunakan 4 mesin bor.“Sementara untuk Sorowako Outer Area, kami rencananya akan melanjutkan proses tender untuk mendapatkan kontraktor kerjasama dalam melanjutkan eksplorasi di Bukit Petea”, ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Investasi Tempat Persemaian Bagi Pertumbuhan Ekonomi

Pemerhati Ekonomi dan Industri, Fauzi Aziz   Ekonomi suatu bangsa akan tumbuh bilamana kegiatan investasinya juga tumbuh. Pembentukan investasi yang…

Sequis Life Ingatkan Pentingnya Investasi Sejak Dini - Gelar Edukasi Keuangan Milenial

NERACA Jakarta - Sequis, perusahaan asuransi yang mendukung literasi keuangan terutama bagi generasi muda, belum lama ini menyelenggarakan Sequis Talk untuk…

Pemkot Bekasi Himpun Investasi 2017 Rp7,8 Triliun

Pemkot Bekasi Himpun Investasi 2017 Rp7,8 Triliun NERACA Bekasi - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…