Karisma Aksara Bidik Dana IPO Rp 128,6 Miliar - Tawarkan Harga Rp 175 Per Saham

NERACA

Jakarta – Pasca pemilu presiden dan penetapan presiden terpilih Jokowi dan JK, industri pasar modal mulai kedatangan calon emiten baru yang bakal go public. Salah satu diantaranya, PT Karisma Aksara Mediatama Tbk atau perusahaan yang bergerak dalam bidang penerbitan, produksi alat tulis kantor, percetakan hingga perdagangan buku.

Perseroan membidik dana yang dihimpun dari pelaksanaan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 93,7 miliar hingga Rp 128,6 miliar, “Harga saham yang kita tawarkan di kisaran Rp 175 per lembar saham hingga Rp 240 per lembar saham,”kata Direktur PT Karisma Aksara Mediatama, Heidi Saputra di Jakarta, Senin (8/9).

Disebutkan, perseroan bakal menawarkan saham baru sebanyak-banyaknya 535,8 juta lembar saham atau sebanyak-banyaknya 30% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Bertindak sebagai penjamin emisi efek adalah PT BCA Sekuritas dan PT Maybank Kim Eng Securities.

Asal tahu saja, nantinya dana yang dihimpun dari IPO akan digunakan sekitar 63,9% untuk penyertaan modal kepada entitas anak yang dipergunakan untuk pembelian mesin percetakan dan produksi, pembukaan gerai took dan modal kerja. Selanjutnya, 21% akan digunakan untuk bayar utang ke PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), sekitar 8% digunakan untuk modal kerja perseroan dan sisanya sekitar 7,1% akan digunakan untuk belanja modal perseroan seperti pembelian kendaraan ekspedisi, perangkat teknologi informasi dan pembukaan gerai took baru.

Kata Heidi Saputra, guna meningkatkan penjualan perseroan akan menambah 6 gerai tahun ini dan sebanyak 16 gerai atau took buku pada tahun 2015, “Diharapkan dengan penambahan gerai tersebut, target pendapatan tahun ini sebesar Rp 980 miliar dan laba Rp 28 miliar bisa terealisasi,”ungkapnya.

Sebagai catatan, untuk investasi satu gerai toko diperkirakan sekitar Rp 500 juta hingga Rp 1,1 miliar sesuai dengan luas lahan dan lokasinya. Biasanya, luas gerai satu toko buku perseroan seluas 400 meter persegi sampai 500 meter persegi.

Sementara Direktur Utama PT Karisma Aksara Mediatama Tbk, Lyndon Saputra menambahkan, alasan perseroan go public dimaksudkan untuk mengembangkan usaha jangka panjang dan ingin mendekatkan diri kepada masyarkat serta memacu transparansi, kredibilitas dan partisipasi masyarakat, “Tujuan perseroan go public dimaksudkan untuk kembangkan usaha jangka panjang, “tandasnya.

Dirinya menyakini, bisnis toko buku yang digarap perseroan memiliki peluang pasar yang menjanjikan dan bahkan memiliki keunggulan dibanding dengan perusahaan yang sama. Pasalnya, toko buku Karisma Aksara Mediatama hadir di pemukiman dan merupakan toko buku keluarga,”Toko buku menjadi pengguna and user dan hadir di setiap kabupaten atau kota,”paparnya.

Sementara Direktur BCA Sekuritas Imelda Harismundar selaku penjamin emisi mengungkapkan, Karisma Aksara masih memiliki potensi pasar yang menjanjikan karena hadir disetiap kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, “Setidak 60% pendapatan perseroan dikontribusikan dari penjualan atau gerai toko yang ada di luar Jawa dan sisanya 40% berada di pulang Jawa,”ujarnya.

Kemudian, penawaran saham perdana perseroan membidik pasar domestik dank arena itu diyakini tidak akan terpengaruh terhadap dampak fluktuasi kurs rupiah. (bani)

BERITA TERKAIT

Sikapi Penurunan Harga Tiket - Performance Saham Garuda Ikut Terkoreksi

NERACA Jakarta – Kebijakan maskapai Garuda Indonesia Group mengumumkan penurunan harga tiket pesawat di seluruh rute penerbangan sebesar 20% menuai…

Optimisme di Tahun Politik - Mandiri Investasi Bidik AUM Tumbuh 10%

NERACA Jakarta – Di tengah khawatiran pasar global soal perang dagang antara Amerika dan China bakal berdampak terhadap negara berkembang,…

Target Kapasitas 7,2 Juta Ton - MARK Bidik Pendapatan Tumbuh Dua Digit

NERACA Jakarta - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) optimistis dapat meraih pertumbuhan pendapatan dan laba bersih  dua digit pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…