One In Twenty Roadshow Bangun UMKM

NERACA

Jakarta – Menyadari pentingnya peranan sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, maka saat ini baik pemerintah ataupun swasta memberikan perhatian untuk mengembangkan produk, pendanaan atau modal hingga pemasarannya. Namun ironisnya, pengembangan sektor UKM di Indonesia belum di ikuti untuk mencetak kader wirausaha muda ketimbang mencipatakan lapangan kerja formal. Padahal menjadi negara maju, setidakya 2% dari total penduduknya adalah pelaku wirausaha.

Maka menjawab kebutuhan tersebut, One in Twenty sebagai organisasi komunitas Usaha Kecil dan Usaha Mikro (UMKM) bakal melakukan roadshow ke beberapa kota untuk mencari wirausaha muda yang potensial dan termasuk pengembangan produknya, “Untuk mencari dan mencetak wirausaha muda, kita bakal roadshow di delapan kota sebagai percontohan dan diharapkan kedepannya bisa di seluruh kota-kota di Indonesia,”kata pakar UMKM dan juga pembina One in Twenty, Budi S Isman di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, delapan kota tersebut adalah Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Padang, Surabaya, Pekanbaru, Palembang dan Jambi. Nantinya, sebelumnya mencari wirausaha muda, pihaknya akan mencetak 100 ribu pelatih bisnis atau tenaga pendamping untuk membina para wirausaha muda mulai dari awal hingga pemasaran produk ke pasar lebih luas.

Kata Budi Isman, pendampingan para wirausaha muda ini akan di ikuti 1000 peserta dari umum, 250 dari kalangan mahasiswa dan 250 pelatih bisnis,”Semua bisa ikut terlibat dalam kegiatan One in Twenty dengan mengikuti prosedur yang ada,”ujar Budi.

Menurutnya, membangun sektor UKM dinilai penting menghadapi persaingan pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015. Hal ini dimaksudkan agar Indonesia tidak menjadi pasar bagi negara tetangga. Maka untuk memenangkan kompetisi ini, para pelaku usaha UKM dan UMKM perlu dibekali pengetahuan, modal, teknologi, sertifikasi hingga pemasaran.

Maka hadirnya One in Twenty, lanjutnya, dimaksudkan pula untuk menciptakan satu wirausaha yang handal dari 20 orang. Kemudian menciptakan satu juta orang wirausaha yang ditargetkan terealisasi pada tahun 2020,”Selain itu, kita juga harapkan dari pelatihan dan pengembangan UKM, bisa menghadirkan 1% brand UKM yang ada di Indonesia punya brand yang mendunia,”tandasnya.

Dirinya menilai, membangun UMKM sebenarnya tidak memerlukan APBN. Namun dengan semangat gotong royong para pelaku usaha, dapat mengembangkan UMKM dengan cepat. Bahkan konsep gotong royong tersebut, sudah diterapkan sejak tahun 2010 dan hasilnya cukup memuaskan. Tahukah, saat ini jumlah wirausaha formal di Indonesia hingga April 2010 hanya sebesar 1,65%. Dimana angka itu, masih tertinggal jauh dari angka yang ideal dan masih kalah dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. (bani)

BERITA TERKAIT

Wakil Ketua MPR RI - Bangun Indonesia dari Kampung Halaman

Oesman Sapta Wakil Ketua MPR RI Bangun Indonesia dari Kampung Halaman Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengingatkan…

CSIS Bangun Dua Menara Apartemen di Sentul

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan presiden (Pilpres) 2019 nanti, PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) berencana membangun dua menara apartemen…

Pemkab Bekasi Dorong UMKM Terapkan 'e-Commerce'

Pemkab Bekasi Dorong UMKM Terapkan 'e-Commerce' NERACA Cikarang, Bekasi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, terus mendorong pelaku Usaha…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kondisi Ekonomi Masih Baik - Minat Perusahaan Untuk IPO Tetap Tinggi

NERACA Jakarta - Nilai tukar rupiah yang sempat mengalami depresiasi cukup dalam dan memberikan sentimen negaif terhadap kondisi indeks harga…

Debut Perdana di Pasar Modal - Saham PANI Oversubscribed 14 Kali

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…