Indosat Bukukan Laba Rp 226,28 Miliar

NERACA

Jakarta – Momentum pemilu dan piala dunia pada paruh pertama tahun ini, rupanya memberikan dampak yang berarti bagi kinerja keuangan Indosat. Perseroan pada semester pertama tahun ini, membukukan laba bersih sebesar Rp226,28 miliar, sementara pada periode yang sama tahun lalu mencatat rugi sebesar Rp231,15 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, pertumbuhan laba bersih didukung laba selisih kurs dan turunnya beban bersih. Sementara pendapatan perseroan tercatat menurun 0,85% menjadi Rp11,61 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,71 triliun. Pendapatan tersebut disumbang dari selular sebesar Rp9,37 triliun, turun dibanding sebelumnya Rp9,57 triliun.

Selain itu, dari multimedia, komunikasi data dan internet Rp1,71 triliun, naik dari sebelumnya Rp1,6 triliun; dan telekomunikasi tetap Rp542 miliar, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp536,32 miliar. Di sisi lain, beban bersih menurun sekitar 2,6% menjadi Rp10,24 triliun diabnding semester I tahun lalu Rp10,51 triliun. Sedangkan laba selisih kurs tercatat sebesar Rp252,41 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu mencatat rugi Rp392 miliar.

Laba periode tahun berjalan di akhir Juni 2014 tercatat sebesar Rp283 miliar, sedangkan pada akhir Juni 2013 mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp169,22 miliar. Jumlah aset perusahaan sepanjang enam bulan pertama tahun ini sebesar Rp52,23 triliun, dengan total utang Rp35,88 triliun. Angka itu menurun dibanding akhir tahun lalu, di mana aset perusahaan sebesar Rp54,52 triliun, dengan total utang Rp38 triliun.

Sebagai informasi, Jum’at akhir pekan kemarin, harga saham ISAT dibuka sama dengan penutupan Kamis kemarin di harga Rp4.100 per lembar. Jika Indosat masih membukukan laba bersih, sebaliknya kompetitornya PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp482,52 miliar di semester pertama. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp670,43 miliar. Rugi per saham dasar tercatat sebesar Rp57, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu tercatat laba per saham dasar mencapai Rp79 per lembar.

Disebutkan, kenaikan tipis pada pendapatan perusahaan dibarengi meningkatnya sejumlah beban dan rugi kurs. Sementara pendapatan perseroan pada semester pertama tahun ini hanya tumbuh 12,24% menjadi Rp11,55 triliun dari priode yang sama tahun lalu senilai Rp10,29 triliun. Sementara beban infrastruktur melonjak menjadi Rp4,02 triliun dari Rp2,81 triliun dan beban penyusutan bertambah menjadi Rp3,02 triliun dari Rp2,66 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

BJB Bukukan Laba Rp1,6 triliun

  NERACA Jakarta - Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) membukukan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun…

Bank BJB Bagikan Dividen Rp 880 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) akan mempertahankan dividen pay out ratio tahun buku 2017 sebesar…

Harvest Time Targetkan Listing April 2018 - Lepas 1,86 Miliar Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Memanfaatkan melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG), dinilai waktu yang tepat untuk melaksanakan penawaran umum saham…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…