Salim Invomas Kantungi Prospek Negatif

NERACA

Jakarta – Meskipun kinerja keuangan PT Salim Invomas Pratama Tbk (SIMP) sepanjang semester pertama tahun ini berhasil untuk meningkatkan laba sebesar 361,47% atau menjadi sebesar Rp 497,62 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 107,83 miliar. Namun tidak memberikan efek positif terhadap peringkat perseroan. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idAA untuk PT Salim Invomas Pratama Tbk (SIMP), dengan prospek negatif.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Disebutkan pula, Pefindo juga memberikan peringkat serupa untuk Obligasi I/2009 dan peringkat idAA(sy) untuk Sukuk Ijarah I/2009, yang akan jatuh tempo pada 1 Desember 2014.

Pefindo memberikan peringkat tersebut karena meyakini bahwa SIMP mampu membayar kewajibannya, yang akan jatuh tempo sebesar Rp730 miliar menggunakan pinjaman dari pemegang saham utama perseroan. Namun, Pefindo masih mempertahankan prospek negatif terhadap peringkat korporat SIMP.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi laba yang membaik pada semester I tahun ini terkena imbas jangka pendek dari harga komoditas yang lebih rendah pada semeter II/2014, yang dapat mengurangi proteksi arus kas, sedangkan perusahaan masih memerlukan belanja modal untuk menjaga profil perkebunannya.

Dia menjelaskan, peringkat tersebut mencerminkan diversifikasi produk dan area yang baik, kegiatan operasional yang terintegrasi secara vertikal dengan profil perkebunan yang baik untuk mengamankan kebutuhan bahan baku dan proteksi arus kas yang kuat dengan likuiditas cukup.

Kendati demikian, peringkat itu dibatasi risiko kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi dan fluktuasi harga komoditas global, dan persaingan ketata di bisnis minyak dan lemak nabati. Adapun pemegang saham perusahaan perkebunan ini per seemster I/2014, yakni Indofood Agri Resources Ltd sebesar 73,5%, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) senilai 6,5%, dan sisanya atau mencapai 20% dimiliki publik.

Sebagai informasi, pada paruh pertama tahun ini, PT Salim Ivomas Pratama Tbk berhasil untuk meningkatkan laba sebesar 361,47% atau menjadi sebesar Rp 497,62 miliar. Disamping itu, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 6.45 triliun menjadi sebesar Rp 7,17 triliun.

Kemudian laba usaha naik jadi Rp 1,20 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya Rp 398,75 miliar. Laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp 894,37 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp 158,43 miliar. Pencapaian tersebut juga didukung oleh penurunan beban pokok penjualan dari beban pokok tahun sebelumnya Rp 5,42 triliun menjadi Rp 5,16 triliun. Kemudian total aset pada semester-I ini sebesar Rp 30,66 triliun meningkat dibandingkan jumlah aset per Desember 2013 yang Rp 28,06 triliun.

Salim Invomas selain berbisnis kelapa sawit juga merambah bisnis infrastruktur dengan mendirikan anak usaha baru, PT Prima Sarana Mustika (“PSM”). Anak usaha ini merupakan perusahaan patungan yang didirikan dengan PT Wahana inti Selaras (“WIS”) yang merupakan anak usaha PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS). (bani)

BERITA TERKAIT

Dell Inc Terapkan Inovasi Kurangi Dampak Negatif Lingkungan - Selamatkan Planet Bumi

Melalui komitmen Legacy of Good, Dell Inc berkomitmen menggunakan teknologi dan keahlian yang dimilikinya untuk kebermanfaatan bagi manusia dan planet…

Kampanye Negatif Berdampak Kepada Ekspor Produk Sawit

NERACA Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto menyebutkan bahwa berbagai aktivitas kampanye negatif terhadap produk minyak kelapa…

Merck Kantungi Dana Segar Rp 1,384 Triliun - Lepas Bisnis Consumer Health

NERACA Jakarta – Emiten farmasi, PT Merck Tbk (MERK) berencana menjual lini usaha consumer health kepada PT Procter & Gamble…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rencana Perubahan Lot Saham - APEI: Perlu Ada Kesiapan Anggota Bursa

NERACA Jakarta – Rencana direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi bersama tim menurunkan jumlah satu lot jadi…

Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir - MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

Kembangkan Ekspansi Bisnis - NFC Indonesia Buka Peluang Untuk Akuisisi

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, harga saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) langsung dibuka menguat 49,73% pada…