The Archipelago Singers Gelar Konser di Jakarta - Awal Tahun 2015

Kiprah The Archipelago Singer tidak bisa dianggap enteng, pada Juli 2014 yang lalu, paduan suara yang mewakili Indonesia itu, berhasil menjuarai dua kompetisi paduan suara internasional yang prestisius di Tanah Matador, Spanyol pada ajang “32nd Cantonigros International Music Festival” yang diselenggarakan di kota Vic, Spanyol.

Kala itu, The Archipelago Singers berhasil meraih Juara I Kategori Paduan Suara Campuran (Mixed Choir) dan meraih “Generalitat de Catalunya Award” sekaligus menjadikan The Archipelago Singers sebagai paduan suara Indonesia pertama yang berhasil meraih Juara Pertama sepanjang 32 tahun sejarah penyelenggaraan kompetisi tersebut.

Selain itu, pada “60th International Choir Competition for Habaneras and Polyphony” di Torrevieja, Spanyol, yang notabene salah satu kompetisi paduan suara internasional tertuadi dunia, The Archipelago Singers juga berhasil meraih Juara I Kategori Polifoni dan penghargaan khusus FransiscoVallejos untuk Interpretasi Lagu Habaneras Terbaik.

Prestasi di Spanyol tersebut meneruskan tradisi juara The Archipelago Singers sebelumnya. Pada 2012, The Archipelago Singers berhasil meraih Juara I untuk Kategori Lagu Rakyat (sekaligus meraih Public Prize) dan Juara II untuk Kategori Musik Klasik (sekaligus meraih Golden Diploma for excellent international achievement) pada 9th International Choir Competition, di Miltenberg, Jerman.

Dalam mempersiapkan keikutsertaannya pada kompetisi di Spanyol tersebut, The Archipelago Singers juga berkolaborasi dengan dua komposer paduan suara ternama dunia. Komposer kenamaan asal Spanyol, Josu Elberdin, menciptakan aransemen untuk lagu rakyat Riau, Soleram yang dipersiapkan khusus untuk The Archipelago Singers. Sementara komposer asal Indonesia yang telah mendunia, Ivan Yohan, menciptakan komposisi baru untuk The Archipelago Singers berjudul Negros Fantasmas yang liriknya diambil dari puisi karya penyair ternama Spanyol, Gustavo Adolfo Becquer.

Minim Dukungan

Selain mengangkat nama Indonesia dalam hal musik paduan suara di kancah internasional, kompetisi yang diikuti oleh 16 negara ini diharapkan mampu mengangkat seni, budaya dan pariwisata yang ada di Indonesia. Dan jika tak ada aral melintang, pada Juli 2015, The Archipelago Singers berencana untuk melakukan tur kompetisi internasionalnya yang ketiga.

Sang Chairman, Darmawan mengungkapkan, banyak hal positif yang bisa didapat oleh bangsa Indonesia dengan menjuarai kompetisi internasional semacam itu. Karena banyak peserta dari negara lain yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai kebudayaan Indonesia selama keikusertaan The Archipelago Singers pada dua kompetisi di Spanyol tersebut.

“Untuk itu, The Archipelago Singers akan terus berpartisipasi pada kompetisi-kompetisi internasional dan misi-misi kebudayaan berikutnya, meski hingga saat ini tampaknya belum ada dukungan dari Pemerintah untuk kegiatan dan misi tersebut,” sebut Darmawan yang akrab disapa Kang Dadan.

Ya, meski membawa nama Indonesia di dunia internasional, menurut Kang Dadan The Archipelago minim dukungan pemerintah. Karenanya, di pemerintahan saat ini (Jokowi-JK) dia berharap peran lebih pemerintah untuk membantu seniman-seniman Indonesia berprestasi di luar negeri.

“Pemerintahan lalu birokrasi sangat ribet, padahal kita tidak meminta bantuan soal dana, karena kita sudah punya sponsor seperti perusahaan PGN dan Adaro, kita butuh support yang lain dari pemerintah. Tapi saya optimis pemerintahan saat ini lebih peduli dengan kita,” jelas dia.

BERITA TERKAIT

Jakarta Dinilai Butuh Kota Penyangga Seperti Meikarta - Kurangi Beban Perkotaan

    NERACA   Jakarta - DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi Indonesia dinilai sangat membutuhkan daerah-daerah penyangga…

BUMN Memburuk di Tahun Politik

  Oleh: Djony Edward Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak zaman Orde Lama sudah mendapat julukan sapi perahan. Bahkan BUMN…

Urban Jakarta Bidik Penjualan Rp 240 Miliar - Harga IPO Rp 1000-1250 Per Saham

NERACA Jakarta – Tren pengembangan proyek properti berbasis transit oriented development (TOD) cukup menjanjikan kedepannya, apalagi pembangunan LRT yang digarap…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Menpar Targetkan Cross Border Sumbang 20 Persen Kunjungan Wisman di 2019

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya akan meningkatkan potensi pariwisata perbatasan (cross border tourism) di tahun 2019 dalam upaya mencapai target…

Taksi London Jadi Ajang Promosi Wonderful Indonesia

Kementerian Pariwisata selalu memiliki cara tersendiri untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia ke mancanegara. Yang terbaru, adalah saat acara  World Travel Mart…

Menpar Ajak Arsitek Ikut Sayembara Desain Pusat Cenderamata

Menyukai desain interior atau seorang arsitek? Jangan sampai ketinggalan kompetisi ini, karena total hadiahnya mencapai Rp1 miliar. Kementerian Pariwisata dengan…