Jokowi Bakal Gandeng Investor Masuk BUMN

NERACA

Jakarta -Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) mengaku akan mengolaborasikan investasi yang masuk untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dirinya optimistis, dengan adanya kolaborasi seperti itu, maka akan semakin banyak investor luar negeri tertarik menanamkan investasinya di Indonesia.

"Ini baru bicara tapi ya mereka tertarik dan itu harus dijoinkan dengan BUMN dan swasta kita," katanya di Jakarta Selasa (2/9) malam.

Dia memaparkan, perusahaan tersebut ingin menanamkan investasinya yang besar di Jakarta sehingga patut untuk dipertimbangkan. "Gede banget. Nanti kita bicara. Saya enggak mau mendahulukan. Kalau saya paling penting mereka percaya dan bergerak melaksanakannya," paparnya.

Dia mencatat, ada beberapa negara besar seperti China, Korea dan Jepang yang sudah menyampaikan keinginannya menanamkan investasi di Jakarta.

"Banyak pengusaha asing yang tertarik menanamkan investasinya di Indonesia ada dari Rusia, Jepang, Korea. Kita membahas soal isu maritim, galangan kapal, kapal tanker, kapal kontainer, kapal selam," paparnya.

Sebelumnya, Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Uriep Budhi Prasetyo menilai keberadaan presiden terpilih akan membuat indeks semakin perkasa. Terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden akan memberikan sentimen positif bagi kepercayaan investor.

Menurutnya selama ini kepercayaan investor semakin bagus. Modal ini akan menjadi peluang bagi peningkatan indeks setelah Jokowi ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Alhamdullilah berangsur dengan tertib dan lancar bahwa KPU sudah umumkan bapak Jokowi dan JK sebagai presiden dan wakil presiden terpilih, ini akan meneruskan trens positif yang selama ini terjadi," katanya.

Pada Juni 2014 total pendanaan melalui pasar modal mencapai Rp 202,1 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 14,5 persen ketimbang periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pergerakan indeks sudah return dari posisi awal tahun dengan kenaikan sebesar 18,3 persen.

Kapitalisasi pasar mencapai Rp 5000 triliun dengan mencapai 5000. Indeks sempat menyentuh rekor tertingginya meskipun ada penurunan secara transaksi dari Rp 6.24 trilun pada 2013 menjadi Rp 6,15 trilun pada juli 2014. Namun total nett buy mencapai Rp 65 triliun, atau sangat jauh dari net selling tahun lalu yang capai Rp 20 triliun.

"BEI, sendiri sudah bekerjasama dengan 110 universitas yang tersebar di seluruh indonesia, cabang Bursa Efek Indonesia di indonesia mencapai 17 cabang, jumlah emiten mencapai 50. Sudah ada 18 emiten baru sampai dengan Juni 2014," tuturnya. [agus]

BERITA TERKAIT

Saham KIOS Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Dibalik akuisisi PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) terhadap PT Narindo Solusi Komunikasi (Narindo), membuat pergerakan harga…

Keppel Land Garap Proyek Properti Rp 1 Triliun - Gandeng Metropolitan Land

NERACA Jakarta - Keyakinan pasar properti di Indonesia masih tetap positif, Keppel Land Limited (Keppel Land) kembali menggarap pasar Indonesia…

Menteri BUMN Harapkan Ibu Ibu Mekaar PNM Menabung

Menteri BUMN Harapkan Ibu Ibu Mekaar PNM Menabung NERACA Padang - Menteri BUMN Rini M Soemarno menyerahkan secara simbolis buku…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diyakini Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diyakini akan menahan kebijakan bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" di…

OCBC NISP Yakin Pertumbuhan Kredit Dua Digit

  NERACA   Jakarta - PT OCBC NISP Tbk meyakini penyaluran kredit akan membaik pada triwulan IV/2017 sehingga mampu mencapai…

Utang Luar Negeri Naik 4,7%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) naik 4,7 persen (year on year)…