Penguatan IHSG Masih Belum Beranjak

NERACA

Jakarta –Masih derasnya dana asing yang masuk, membuat laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seharian berada di zona hijau. Tercatat mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks BEI ditutup menguat 22,549 poin (0,43%) ke level 5.224,135. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 4,203 poin (0,47%) ke level 889,731.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, IHSG BEI menembus level tertinggi seiring dengan aksi beli saham investor menyusul adanya ekspektasi positif terhadap perekonomian Indonesia. Dalam catatan Bursa, indeks BEI sempat mencapai level tertingginya sepanjang masa pada 20 Mei 2013 lalu di posisi 5.214,98 poin.

Menurut dia, kebijakan pemerintah baru mendatang yang akan menaikan harga bahan bakar miyak (BBM) subsidi sehingga dapat mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia. Situasi itu direspon positif oleh pelaku pasar saham dengan melakukan aksi beli,”Beberapa faktor domestik seperti rencana kenaikan harga BBM subsidi direspon positif. Kebijakan itu dinilai dapat mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia dan mendorong penguatan mata uang rupiah," katanya di Jakarta, Rabu (3/9).

Melihat kondisi itu, lanjut dia, dana asing yang masuk akan lebih deras sehingga nantinya dapat membawa dan mempertahankan IHSG BEI di dalam tren penguatannya. Sementara itu, Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan, dalam jangka menengah dan panjang, IHSG BEI masih dalam kondisi "strong uptrend".

Namun, investor juga tetap perlu, mewaspadai sentimen yang dapat menekan indeks BEI kembali terkoreksi,”Itu bisa terjadi jika ekspektasi pasar terhadap pemerintah tidak sesuai dengan yang diharapkan,”ujarnya.

Secara teknikal, lanjut dia, kemampuan untuk menjaga indeks BEI dalam tren kenaikan akan diuji dalam pergerakan selanjutnya, target level batas atas terdekat berada pada level 5.244 poin. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp 477 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 213.422 kali dengan volume 8,283 miliar lembar saham senilai Rp 18,2 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 108 turun, dan 91 saham stagnan.

Volume dan nilai perdagangan saham melonjak cukup tinggi gara-gara ada aksi tutup sendiri (crossing) saham PT Sarana Menara Infrastruktur Tbk (TOWR) senilai Rp 13,7 triliun. Transaksi dilakukan di pasar negosiasi sebanyak empat kali oleh broker BCA Sekuritas (SQ). Lonjakan data di sektor jasa Tiongkok memberi sentimen positif ke pelaku pasar Asia.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Centex (CNTX) naik Rp 1.900 ke Rp 11.400, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 1.250 ke Rp 7.800, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 525 ke Rp 29.275, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 13.900. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 1.375 ke Rp 5.525, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 55.000, Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 30.475, dan Surya Toto (TOTO) turun Rp 130 ke Rp 3.560.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 12,073 poin (0,23%) ke level 5.213,659. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 1,685 poin (0,19%) ke level 887,213. Saham-saham unggulan kembali menjadi sasaran aksi beli. Namun sayang masih ada juga yang terkena aksi jual, seperti saham-saham konsumer.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 120.741 kali dengan volume 5,99 miliar lembar saham senilai Rp 15,68 triliun. Sebanyak 191 saham naik, 92 turun, dan 87 saham stagnan. Volume dan nilai perdagangan saham melonjak cukup tinggi gara-gara ada aksi tutup sendiri (crossing) saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) senilai Rp 13,7 triliun. Transaksi dilakukan di pasar negosiasi sebanyak empat kali oleh broker BCA Sekuritas (SQ).

Bursa regional kompak bergerak di zona hijau hingga sesi pertama. Investor memanfaatkan meredanya krisis geopolitik untuk membeli saham. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 550 ke Rp 7.100, Multi Prima (LPIN) naik Rp 300 ke Rp 6.100, Astra Agro (AALI) naik Rp 275 ke Rp 25.900, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 225 ke Rp 28.975.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 55.150, Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 350 ke Rp 5.250, Unilever (UNVR) turun Rp 175 ke Rp 31.825, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 150 ke Rp 70.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 4,53 poin atau 0,09% menjadi 5.206,12, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,13 poin (0,13%) ke level 886,66. Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, sentimen data-data ekonomi Indonesia seperti surplusnya neraca perdagangan masih direspon pelaku pasar saham dan membuat indeks BEI kembali bergerak menguat,”Namun, sentimen itu bisa saja hanya bersifat temporer, selama subsidi bahan bakar minyak (BBM) tetap tinggi dan pergerakan nilai rupiah yang mudah berubah menyusul masih adanya risiko di tengah gejolak politik dan perlambatan ekonomi global," katanya. (bani)

BERITA TERKAIT

Sentimen Brexit Hambat Penguatan Rupiah

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS sepanjang perdagangan kali…

MESKI PENERIMAAN SEKTOR MINERBA MENINGKAT - KPK: Kepatuhan Pajak SDA Masih Rendah

Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, tingkat kepatuhan pajak di sektor sumber daya alam (SDA) khususnya sektor ekstraktif masih rendah. Perusahaan…

Sinkronisasi Pusat – Daerah Masih Jadi Hambatan Investasi

      NERACA   Jakarta - Ekonom Bank Dunia Indira Maulani Hapsari menyoroti sinkronisasi aturan pemerintah pusat dan daerah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Saham Renuka Coalindo Masuk UMA

Perdagangan saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami kenaikan harga saham…

Pemda Jateng Tunda Rilis Obligasi Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak melanjutkan rencana penerbitan obligasi daerah seniai Rp1,2 triliun. Padahal, proses penerbitan obligasi tersebut telah mendapat…

BATA Bagi Dividen Interim Rp 8,71 Persaham

PT Sepatu Bata Tbk (BATA) akan membagikan dividen interim untuk tahu buku 2018 sejumlah Rp 8,71 per saham atau semuanya…