Jamkrindo Targetkan Spin Off Akhir Tahun

Perum Jamkrindo berharap rencana pelepasan unit usaha syariah (spin off) dapat dilaksanakan pada tahun ini, sehingga divisi syariah Perum Jamkrindo yang telah berjalan kurang lebih delapan tahun ini akan segera berdiri sendiri (menjadi anak usaha) pada tahun 2015 mendatang.

Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S Anwar mengatakan, rencana spin off unit usaha syariah masih menunggu izin definitif dari pemodal. Jika izin itu keluar, langsung perseroan proses ke tahap berikutnya, “Kami juga sudah standby dari sisi badan hukumnya dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika tidak ada halangan, September atau akhir tahun bisa kelar. Jadi, kami berharap di tahun depan unit usaha syariah Perum Jamkrindo resmi berdiri sendiri," katanya di Jakarta, Senin (1/9).

Menurut Diding, pihaknya akan menyuntikkan modal dasar sebesar Rp 1 triliun dan modal disetor sekitar Rp 250 miliar. Untuk itu, Jamkrindo berencana untuk menggandeng beberapa bank pelat merah untuk membentuk anak usaha yang bernama PT Penjaminan Pembiayaan Jamkrindo Syariah (PPJS),”Saat ini kami sedang mencari mitra strategis untuk membentuk anak usaha tersebut. Kami sudah menjajaki dengan beberapa perbankan, termasuk bank BUMN yang memiliki bisnis syariah. Dalam mencari partner, kami lebih memprioritaskan perusahaan lokal dan kalau bisa perusahaan itu juga milik negara," jelasnya.

Rencana Jamkrindo untuk menggandeng perbankan syariah ini untuk membantu membesarkan bisnis anak usaha serta untuk membantu dalam hal pendanaan.Adapun skema yang akan dilakukan dalam bekerja sama antara Jamkrindo dengan perbankan yang akan dipilih nanti masih dalam proses pembuatan anggaran dasar,”Kami mematuhi regulasi. Saat ini masih kami godok skema kerja samanya bakal seperti apa. Tapi, kerja samanya sih sederhana pastinya. Nanti, kami sampaikan kalau sudah resmi. Intinya, diversifikasi usaha ini bertujuan untuk memperkokoh UMKM karena ini demi rakyat dan untuk rakyat," pungkasnya.

Sekedar informasi, dalam izin prinsip yang diajukan kepada regulator Jamkrindo akan menjadi pemegang saham mayoritas. Jamkrindo akan memiliki 75% saham. Sementara, calon mitra strategis mengambil porsi saham sebesar 25%. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Targetkan 2000 Investor di Papua Barat

NERACA Monokwari - Penetrasi pasar modal lebih luas lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan peningkatan 2.000 investor dari Provinsi…

Jalur Dwi Ganda Manggarai-Cikarang Dipercepat 2 Tahun

    NERACA   Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jalur dwi ganda (double double track/DDT) Manggarai-Cikarang ditargetkan…

Kinerja Tahun Buku 2017 PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk

Kinerja Tahun Buku 2017 PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk NERACA Jakarta – Ditengah kondisi makro ekonomi yang cenderung stagnan PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…