KS Bidik Pendapatan Non Core Tumbuh 87%

NERACA

Jakarta – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan meningkatkan kapasitas produksi sebesar 127%, dari 3,15 juta ton pada 2013 menjadi 7,15 juta ton pada 2018. Selain itu, perseroan juga akan meningkatkan pendapatan non core atau di luar bisnis baja sebesar 87% dari US$333 juta menjadi US$624 juta pada periode yang sama. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk, Irvan K. Hakim, peningkatan kapasitas ini akan mampu mengurangi volume impor baja nasional. Maka dengan demikian, perseroan dapat memenuhi pasar baja domestik yang terus tumbuh. Perseroan juga dapat mempertahankan posisi sebagai pemasok baja dominan.

Disamping itu, Krakatau Steel juga akan membangun hot strip mill (HSM) II, yakni lini baru untuk memproduksi baja lembaran canai panas berkapasitas 1,5 juta ton/tahun. Saat ini perseroan telah menyelesaikan pembangunan pabrik baja terpadu PT Krakatau Posco (perusahaan patungan antara Perseroan dengan Posco) dengan kapasitas produksi 3 juta ton/tahun.

Kapasitas tersebut, terdiri atas produksi 1,5 juta ton pelat dan 1,5 jutaan ton slab untuk bahan baku perseroan. Belum lagi pendirian pabrik baja profil dan batangan PT Krakatau Osaka Steel (bekerjasama dengan Osaka Steel Corporation) berkapasitas 500 ribu ton per tahun.

Sebelumnya, perseroan telah mendirikan anak perusahaan PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) yang merupakan perusahaan patungan dari perusahaan Jepang yaitu Steel & Sumitomo Metal Corporation (NSSMC) Disebutkan, perusahaan patungan itu telah berdiri pada Desember 2012 dan perjanjian final diteken setelah proses diskusi lebih rinci mengenai term and conditions usaha patungan antara kedua pihak.

Parbik KNSS sedianya akan didirikan di Cilegon, Banten dengan modal disetor US$ 142 juta. Kepemilikan saham perusahaan patungan sebesar 80% adalah NSSMC dan 20% dimiliki KRAS. Adapun kebutuhan investasi pembangunan fasilitas produksi diperkirakan sekitar US$ 300 juta. Nantinya, dana pembangunan pabrik itu berasal dari pinjaman maupun ekuitas. KNSS akan mendirikan fasilitas produksi galvanizing and annealing processing line (GAPL) yang sama dengan di Jepang untuk menghasilkan baja kualitas tinggi.

Melalui perusahaan patungan ini, perseroan berharap dapat meningkatkan perannya dalam memasok kebutuhan baja untuk industri automotif, yang saat ini sebagian besar berasal dari impor, terutama Jepang. Di samping itu, perseroan juga dapat meningkatkan utilisasi fasilitas cold rolling mill (CRM) untuk memasok kebutuhan bahan baku KNSS.

Adapun bisnis utama KNSS adalah memproduksi dan memasarkan produk-produk baja lembaran, berupa annealed cold rolled steel dan hot dip galvanized steel untuk keperluan automotif. Kapasitas produksi mencapai 480 ribu metrik ton per tahun dan diperkirakan akan mulai berproduksi pada pertengahan 2017. (bani)

BERITA TERKAIT

RMBS Bidik Pendapatan Rp 120 Miliar di 2018 - Akuisisi Tiara Raya Bali

NERACA Jakarta – Perusahaan properti, PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) menargetkan pendapatan di 2018 sebesar Rp120 miliar, setelah akuisisi…

Industri Jasa Keuangan di Sumsel Tetap Tumbuh

Industri Jasa Keuangan di Sumsel Tetap Tumbuh  NERACA Palembang - Industri jasa keuangan di Sumatera Selatan (Sumsel) tetap tumbuh sepanjang…

Pendapatan Jasa Marga Bakal Terkerek Naik - Berkah Kenaikan Tarif Tol

NERACA Jakarta - PT Jasa Marga Tbk mengumumkan kenaikan tarif lima ruas tol yang dikelola mulai 8 Desember 2017 pukul…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Siapkan Dana Rp 1,01 Miliar - Tahun Depan, Bank Jatim Buyback Saham

NERACA Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di pasar reguler pada…

Aturan Saham IPO Dongkrak Investor Baru

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio menilai bahwa kajian mengenai aturan untuk meningkatkan alokasi saham bagi investor…

MNC Edukasi Pasar Modal di UPI Bandung

Komitmen untuk meningkatkan literasi keuangan di pasar modal, MNC Asset Management belum lama ini menggelar eduasi investasi pasar modal di…