Penjualan Jababeka Baru Capai Rp 450 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) hingga semester I-2014 ini telah mencetak angka prapenjualan ataumarketing salesmencapai sebesar Rp 450 miliar. Artinya, perseroan baru mencapai sekitar 37,5% dari targetmarketing saleshingga akhir tahun yang mencapai sebesar Rp 1,2 triliun.

Sekretaris Perusahaan Kawasan Industri Jababeka, Muljadi Suganda mengatakan, meski begitu perseroan optimis akan dapat mencapai targetnya hingga akhir tahun ini,”Kami optimis target tahun ini masih bisa tercapai, meski sampai saat ini baru Rp 450 miliar," katanya di Jakarta, kemarin.

Muljadi menuturkan kontribusi terbesar dalam raihan tersebut didapatkan dari penjualan lahan industri yang menyumbang sekitar 67% atau Rp 301,5 miliar dari total prapenjualan hingga bulan Juni 2014. Sisanya 33% atau sekitar Rp 148,5 miliar dihasilkan dari penjualan produk peroperti. Disebutkan, kontribusi terbesar masih dari penjualan lahan industri.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa hingga akhir Juni 2014 perseroan juga telah berhasil menjual seluas 10 hektar (ha) bangunan siap pakai ataustandard factory building. Luasan ini baru mencapai 25-33% dari target penjualan hingga akhir tahun ini yang seluas 30 hingga 40 ha.

Perseroan juga menikmati keuntungan dari adanya kenaikan harga di kawasan industri miliknya. Saat ini harga jual rata-rata untuk lahan industri Jababeka mencapai Rp 3,5 juta per meter persegi atau mengalami kenaikan 40%. Padahal, harga jual pada tahun lalu hanya mencapai Rp 2,5 juta per meter persegi.

Muljadi menambahkan perseroan belum akan memperhitungkan kontribusi penjualan lahan industri di Kawasan Industri Kendal tahun ini. Dalam mengembangkan proyek ini, perseroan bekerja sama dengan investor Singapura Sembacorp Development Indonesia untuk mengembangkan lahan seluas 2.700 ha.

Asal tahu saja, perseroan menargetkan penjualan properti hingga akhir tahun sebesar Rp 1,2 triliun. Dimana angka tersebut belum termasuk proyek Kendal. Pasalnya, pendapatan dari Kendal baru dapat dikonsolidasikan tahun depan.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 850 miliar tahun ini. Sebanyak Rp 750 miliar akan digunakan untuk mengakuisisi lahan Cikarang dan Kendal. Sementara sisanya sebesar Rp 100 miliar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. (bani)

BERITA TERKAIT

Optimis Sambut Tahun 2019 - Jababeka Residence Bidik Penjualan Rp 1 Triliun

NERACA Cikarang – Opitimisme pasar properti masih akan tetap tumbuh di tahun ini, mendorong beberapa perusahaan properti genjot ekspansi bisnisnya…

Klaim Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja Sukabumi Capai Rp20 Miliar Lebih - Sampai Desember 2018

Klaim Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja Sukabumi Capai Rp20 Miliar Lebih Sampai Desember 2018 NERACA Sukabumi - Besaran klaim santunan kecelakaan…

Stimulus Pemerintah Tidak Berpengaruh - Penjualan Intiland Terkoreksi 22,1% di 2018

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil mencatatkan pendapatan penjualan (marketing sales)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Garap Proyek Berkonsep TOD - WIKA Realty Bidik Penjualan Rp 3,1 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) sebagai anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)…

Astra Beri Pinjaman Anak Usaha Rp 80,27 Miliar

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Astra International Tbk (ASII) memberikan pinjaman kepada PT Pelabuhan Penajam Banua Taka, anak usaha…

XL Rencanakan Rilis Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Danai ekspansi bisnisnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan I XL Axiata tahap I…