Perkuat Modal, Bank Nobu Pilih Rights Issue

NERACA

Jakarta –Menghadapi persaingan pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, peningkatan likuiditas rupanya menjadi modal agar bersaing guna menggenjot performance kinerja keuangan. Berbagai langkah dilakukan industri perbankan baik itu menerbitkan surat utang, suntikan modal dari pemegang saham atau penerbitan saham baru (rights issue).

Guna meningkatkan permodalan, PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) berencana menerbitkan saham baru melalui penambahan modal baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 165.500.000 di harga Rp790 per saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, aksi korporasi perseroan dengan menerbitkan saham baru telah mengantungi izin dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 19 Agustus 2014. Dimana

Penerbitan tersebut sebanyak-banyaknya 414.583.000. Pada 3 September mendatang merupakan tanggal penerbitan atau distribusi saham baru. Pencatatan saham baru di BEI pada 4 September 2014. Sedangkan pemberitahuan hasil pelaksanaan PMTHMETD pada 5 September 2014.

Asal tahu saja, perseroan tahun ini membidik penyaluran pembiayaan sebesar Rp3 triliun. Direktur Utama Bank Nobu, Suhaimin Djohan pernah bilang, dirinya berharap perseoran tahun ini bisa membukukan aset pada kisaran Rp 4 triliun dari posisi tahun lalu Rp 3,8 triliun. Selain itu, penghimpunan dana pihak ketiga bisa mencapai Rp 3 triliun dari Rp 2,72 triliun di tahun lalu."Sementara, kami berharap kredit bisa mencapai Rp 1,8 triliun - Rp 2 triliun dari Rp 1,24 triliun di akhir tahun lalu,”ujarnya.

Khusus untuk kredit, Bank Nobu akan tetap fokus pada penyaluran sektor UKM. Pasalnya, sektor UKM akan tetap mendominasi kredit Bank Nobu dengan kisaran porsi 70%. Sisanya, lanjut dia, penyaluran kredit Bank Nobu akan mengalir ke sektor konsumer 10%, dan medium komersial 15%-20%.

Tercatat tahun lalu, perseroan berhasil membukan laba yang meningkat pesat menjadi Rp14,64 miliar atau tumbuh hingga 424% dari posisi Rp2,79 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Disebutkan, peningkatan laba ditopang oleh pendapatan bunga bersih hingga Rp74,05 miliar. Hingga 2013, bisnis bank yang di bawah Lippo Group ini berhasil menyalurkan kredit hingga Rp1,24 triliun, tumbuh 200% dari posisi Rp413,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tahun lalu, perseroan berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp2,71 triliun. Adapun komposisi DPK yakni giro Rp1,22 triliun, tabungan Rp292,68 miliar dan simpanan berjangka Rp1,19 triliun. Bank bermodal inti Rp1,05 triliun ini berhasil mencatat aset pada 2013 menjadi Rp3,87 triliun, padahal pada 2012, aset perseroan masih Rp1,21 triliun.

Adapun rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) pada tahun lalu meencapai 87,49%. Namun return on asset (ROA) perseroan masih berada di bawah ROE industri yakni hanya 0,78%. Selain itu, bank yang dikendalikan taipan Mochtar Riady tersebut, mencatatkan margin bunga bersih bank (NIM) yang tergerus tipis dari 3,83% menjadi 3,22%, karena naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).

Sementara itu, rasio pembiayaan terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) masih di bawah dari ketentuan BI yakni minimal 78%. Sedangkan perseroan hanya mencatatkan LDR senilai 45,72%. (bani)

BERITA TERKAIT

Miliki Investor Baru - Bank Yudha Bhakti Agendakan Rights Issue

NERACA Jakarta – Berambisi naik kelas menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) dua, PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) terus…

Akulaku Suntik Dana Rp500 Miliar ke Bank Yudha Bhakti

  NERACA   Jakarta – Perusahaan teknologi finansial (tekfin) berskala internasional, Akulaku, menyuntikkan dana ratusan miliar rupiah ke Bank Yudha…

Konversi Saham Lunasi Utang - MNC Investama Agendakan Rights Issue

NERACA Jakarta – Cari pendanaan strategis guna mendukung ekspansi bisnis, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana menambah modal dengan melakukan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jasa Marga Bukukan Utung Rp 2,2 Triliun

Sepanjang tahun 2018, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun atau sama dengan periode yang sama tahun…

Produksi Minyak Sawit ANJT Tumbuh 6,6%

Hingga Februari 2019, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memproduksi minyak sawit mentah sebanyak 34.750 ton atau naik 6,6% dari…

Pefindo Beri Rating AAA Obligasi Indosat

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA terhadap Obligasi Berkelanjutan II Tahap III/2019 seri A PT Indosat Tbk (ISAT)…