Red Planet Incar Dana Rp 77,68 Miliar - Gelar Rights Issue

NERACA

Jakarta – Guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) bakal menggelar aksi korporasi berupa penawaran umum terbatas atau rights issue dengan skema tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMT HMETD) atauprivate placement. Nantinya, dengan private placement tersebut, perseroan menargetkan dana yang diperoleh sebesar Rp 77,68 miliar.

Presiden Direktur Red Planet Indonesia Suwito mengatakan, perseroan akan melepas sekitar 135,3 juta lembar saham atau 10% dari modal dan ditempatkan disetor. Aksi ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan ekspansi perseroan pada tahun ini,”Kita akan lepas saham sekitar 135,3 juta lembar saham,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Nantinya, perseroan juga akan menggelarroad showterlebih dahulu untuk mencari siapa investor yang akan menjadi pembeli dalam hajatan perseroan. Disebutkan, saham yang akan dilepas di harga Rp 574,04 per saham. Perseroan sudah mendapatkan restu dari pemegang saham untuk melakukan aksi ini. Dirinya menambahkan,dana ini nantinya akan digunakan untuk penambahan tiga hotel bujet yang terletak di wilayah Cikini, Tendean, dan Karawang.

Asal tahu saja, untuk membangun satu hotel dibutuhkan investasi dana sebesar US$ 7-8 juta. Hingga saat ini perseroan telah memiliki dan mengoperasikan sebanyak tujuh hotel yang di antaranya berada di wilayah Palembang, Makassar, dan Surabaya, “Okupansi hotel sudah mencapai 70%,”ungkap Suwito.

Suwito menambahkan, perseroan akan menggunakan kombinasi sumber pendanaan dari institusi perbankan dengan porsi 50%. Selain itu, perseroan juga optimis bahwa dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan perseroan akan dapat memiliki dan mengoperasikan sebanyak 20 hotel. Menurut Suwito, hal tersebut sejalan dengan tingginya kebutuhan masyarakat akan hunian sementara,”Hotel yang akan kita bangun memiliki kapasitas sebanyak 140 kamar dengan harga menginap sebesar Rp 200-300 ribu per malam," ujarnya.

Asal tahu saja, perseroan berkomitmen secara sepenuhnya pada industri hotel dan pariwisata di Indonesia dengan merek Tune Hotels yang mudah diakses dan dengan harga yang terjangkau untuk wisatawan domestik maupun dari Mancanegara.“Kami sangat yakin bahwa sektor hotel yang memiliki nilai tambah dengan harga terjangkau atau hotel budget memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi seiring dengan meningkatnya permintaan domestik yang mendorong ekspansi sektor ini,” ujar Suwito.

Dia menuturkan, hasil penelitian yang perseroan lakukan secara mendalam menunjukan bahwa sektor hotel budget adalah sektor yang akan tetap menguntungkan dan paling tidah terpengaruh dengan kondisi pasang surut perekonomian di negara yang sedang berkembang seperti Indonesia,”Tanpa ragu Tune Hotel adalah hotel budget yang memiliki nilai tambah dan merek paling dikenali. Oleh karena itu, kami akan terus berekspansi dengan kesuksesan yang telah dimiliki oleh Tune Hotels,”katanya. (bani)

BERITA TERKAIT

Tunda Pemberlakuan NJOP di Bawah Rp 1 Miliar

Rencana Gubernur DKI Anies Baswedan akan memberlakukan kembali aturan PBB untuk NJOP di bawah Rp 1 Miliar hendaknya dipertimbangkan dulu.…

PT Timah Bagikan Dividen Rp 185,97 Miliar

NERACA Jakarta – Sukses membukukan kinerja keuangan yang cukup apik sepanjang tahun 2018 kemarin, mendorong PT Timah Tbk (TINS) untuk…

Pendapatan Terkoreksi 13% - VIVA Juga Bukukan Rugi Kurs Rp 242,58 Miliar

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) sepanjang tahun 2018 kemarin, belum cukup memuaskan. Pasalnya,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rugi Mustika Ratu Membengkak 71,21%

Performance kinerja keuangan PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) belum membuahkan hasil. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada…

Pefindo Sematkan Rating A- Adhi Karya

Melesatnya pencapaian kinerja keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) belum membawa pengaruhi positif terhadap rating perseroan. Sebaliknya, PT Pemeringkat…

Acset Bukukan Rugi Bersih Rp 90,69 Miliar

NERACA Jakarta - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatatkan rugi bersih di kuartal pertama 2018 sebesar Rp90,69 miliar, berbalik dibandingkan…