Isu-isu di Balik Global Media Forum

Banyak tokoh berperan aktif ikut mengembangkan partisipasi media dalam pembangunan berkelanjutan pasca 2015 (Sustainabel Development Golas (MDGs) sebagai kelanjutan dari program Millenium Development Goals (MDGs) yang digagas pada 2000 dan berakhir pada 2015.

Pertemuan itu dibuka oleh Menteri Kominfo Tifatul Sembiring, executive chairman Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Prof Arief Rachman, dan Direktur/Perwakilan UNESCO di Jakarta Prof Hubert Gijzen. Dalam Global Media Forum (GMF) yang difasilitasi Kementerian Kominfo dan UNESCO, para tokoh itu meliputi praktisi media nasional dan internasional dan pejabat pemerintah Indonesia dan dari UNESCO.

Mereka membawakan sejumlah isu sentral yang kini tengah dihadapi komunitas media. Isu dan pembahasnya antara lain, Bagaimana kontribusi media dalam pembangunan sosial dan kemanusiaan, menampilkan Femi Oke, jurnalis Al Jazeera, Gwen Lister (Namibia), Yanuar Nugroho (UKP4), Jeffrey Sachs (Universitas Columbia), serta Frank La Rue, mantan pelapor khusus PBB di Guatemala.

Isu lainnya adalah, bagaimana kontribusi Media dalam Menciptakan dialog dan perdamaian: Endi Bayuni (The Jakarta Post), Edetaen Ojo (Nigeria), Kavi Chongkittavom (Thailand), Leon Williems (Belanda), dan Jesper Hojberg (Denmark). Isu Standar professional dan etika media, bersama: Yudi Hendriana (Asosiasi Jurnalis Teve Indonesia), Toby Mendel (Canada), Aidan White (direktur Ethical Journalism Network, Inggris), Chelsia Chan Pokja Hukum dan Regulasi Dewan Pers Indonesia).

Sesi Khusus, Kondisi Media di Indonesia: Tantangan ke Depan bersama: Adsitya Wardhana (Bloomberg Indonesia), Freddy H Tulung (Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo), dan Bagir Manan (ketua Dewan Pers). Aturan Keselamatan Jurnalis: Prima Jususa B Quinsayas (Philipina), Gayathry Venkiteswaran (direktur eksekutif SAPA, Malaysia), Guy Berger (direktur Divisi Kebebasan Berekspresi dan Pembangunan Media UNESCO).

Isu berikutnya, Dukungan Suara Bagi Anak-anak Kelompok Marjinal: Harry Suryadi (Masyarakat Jurnalis Lingkungan Hidup, Indonesia), Naranjargal Khaskuu (Mongolia), Francisco da Siva Gary (Timor Leste), dan Charat Ahmimed (UNESCO Jakarta). Media Baru dan TIK untuk Pembangunan bersama: Agung Hardjono (pendiri LAPOR Indonesia), Giulio Quaggiotto (manajer UN Pulse), Ang Peng Hwa (direktur Singapore Internet Research Centre), dan Guy Berger (UNESCO).

Tema Partisipasi kaum muda dalam media sosial menampilkan: Maudi Ayunda (artis dan penyanyi Indonesia), Moez Chakchouk (direktur Tunisian Internet Agency), Ulla Charlsson (Nordicom, Swedia), Iman Usman (duta muda untuk ASEAN dan pendiri Indonesia Future Leaders). Juga Aliansi Global untuk Media dan Gender: Rachel Nakitare (Asosiasi Intenasional Radio dan Televisi Perempuan, Kenya), Uni Zulfiani Lubis (Viva Group), Lisa French, Varun Jhaveri (India), dan Usha Bahsin (Asia-Pacific Broadcasing Union). (saksono)

BERITA TERKAIT

Isu Hukum dan HAM Jangan Hanya Jadi Dagangan

Oleh: Dyah Dwi Astuti Ada kekhawatiran bahwa debat pertama capres-cawapres tentang hukum, HAM, korupsi dan terorisme akan berlangsung normatif karena…

Ekonomi Global Mulai Membaik - OJK Bidik Himpun Dana di Bursa Rp 250 Triliun

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penggalangan dana di pasar modal tahun ini dapat mencapai Rp200 triliun hingga…

Presiden Bank Dunia akan Gabung Global Infrastructure Partners

    NERACA   Jakarta - Presiden Kelompok Bank Dunia Jim Yong Kim akan bergabung dengan Global Infrastructure Partners (GIP),…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Literasi Tangkal Hoaks

Literasi atau pengetahuan/kemampuan terkait bahasa dan membaca bisa menjadi daya pertahanan bagi bangsa berkenaan maraknya kabar bohong atau hoaks. Namun…

Waspadai Manuver Gunakan Modus Hoaks

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta masyarakat mewaspadai berlanjut manuver politik yang menggunakan modus kabar bohong atau hoaks karena kemungkinan…

Jernih Berpikir Menyongsong Pilpres 2019

Di tengah maraknya penghalalan segala cara untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan, perlulah bagi pihak-pihak yang berkompetisi untuk mengikhtiarkan kejernihan berpikir,…