Media Global dan Agenda Kemanusiaan

Oleh Bani Saksono

(Harian Ekonomi Neraca)

Untuk yang kesekian kalinya, Indonesia memprakarsai pertemuan para pemimpin komunitas media global. Tahun ini, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) bekerja sama dengan United Nations Education, Science, and Culture Organization (UNESCO) menyelenggarakan Global Media Forum (GMF) di Bali Nusa Indah Convention Center (BNDCC), Bali, yaitu pada 25-28 Agustus.

Tahun lalu, di tempat yang sama, Indonesia juga menjadi tuan rumah pertemuan serupa. Ketika itu, Bali Media Forum (BMF) 2013, nama pertemuan itu, bertepatan dengan diadakannya Bali Democracy Forum 2013. Ketika itu, pertemuan membicarakan masalah etika pers, politik, dan kebebasan berekspresi, juga terkait peranan media (jejaring) sosial. Yang lebih khusus lagi, bagi Indonesia adalah bagaimana menciptakan iklim yang kondusif saat berlangsungnya pesta demokrasi di Indonesia, yaitu pemilihan umum legislatif (Pilleg) dan pemilihan presiden (pilpres) pada 2014 ini.

Sedangkan tema sentral dalam GMF adalah ‘Peran Media dalam Mewujudkan Masa Depan yang Kita Idamkan Untuk Semua’ (The Role of Media in Realizing the Future We Want for All). Berangkat dari keberadaan media sebagai mitra penting dalam pembangunan yang dituangkan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) 2015, atau pasca Millenium Development Goals (MDGs) yang dibuat pada 2000 dan berakhir pada 2015.

Pada MDGs, peranan itu tak disiratkan secara tegas. Kini, peran media yang dituangkan dalam kebebasan berekspresi dan kebebasan pers, diakui bakal mampu ikut mewujudkan pembangunan Pasca 2015, yaitu ikut memerangi korupsi, mewujudkan tata pemerintahan yang baik, transparansi dan akses informasi, pemberdayaan perempuan dan generasi muda, pemberantasan kemiskinan, peduli wong cilik, menjaga kelestarian lingkungan, serta mewujudkan pedamaian masyarakat dunia.

Pemerintah Indonesia, yang ikut menggagas diadakannya GMF 2014 ini dan sejalan dengan tekad Pokja PBB untuk Masyarakat Informasi (UNGIS), berharap peran media dimasukkan dalam Agenda Pembangunan Pasca 2015 (SDGs). Bagi UNESCO, forum diskusi masyarakat media, termasuk praktisi pers, organisasi wartawan, organisasi media independen, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan media, organisasi pemberdayaan perempuan dan generasi muda, aparatur pemerintah, serta badan-badan PBB dan internasional lainnya.

Besarnya harapan terhadap peranan media itu, tentu saja juga harus diimbangi dengan dukungan semua pihak agar ikut berupaya meningkatkan peranan insan dan lembaga media yang independen dan profesional. Bentuk yang diharapkan antara lain pelatihan, pendidikan, dan kompetensi kemampuan teknis, perlindungan dan pemberian akses informasi. Pengakuan awal itu dituangkan dalam bentuk Bali Roadmap.[]

BERITA TERKAIT

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

Relasi Pasar Domestik dan Pasar Internasional

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Fenomena globalisasi dan liberalisasi yang ditopang oleh sistem ekonomi digital yang marak…

Rig Tender dan Petrus Sepakat Berdamai

Perkara hukum antara PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) dengan PT Petrus Indonesia akhirnya menemui kata sepakat untuk berdamai. Dimana…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Naik Turun Harga Tiket Pesawat

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) sepakat untuk menurunkan tiket pesawat, yang sempat melambung beberapa waktu belakangan.…

Bisa Kenakan Tarif Bagasi Setelah Sosialisasi

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan pihak Lion Air dan Wings Air bisa mengenakan tarif bagasi setelah sosialisasi yang…

Harga Tinggi Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

Ketua Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Kalimantan Barat, Nugroho Henray Ekasaputra, mengatakan harga tiket pesawat yang…