Pergerakan IHSG Masih Dalam Tekanan

NERACA

Jakarta – Dampak minimnya sentiment positif dan bursa regional yang kompak terkoreksi, rupanya ikut memaksa laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah. Tercatat pada perdagangan Selasa (26/8), indeks BEI ditutup anjlok 38,404 poin (0,74%) ke level 5.146,552. Sementara Indeks LQ45 jatuh 7,588 poin (0,86%) ke level 876,235.

Kata analis HD Capital Yuganur Wijanarko, indeks BEI kembali bergerak melemah di tengah minimnya sentimen sehingga pelaku pasar saham cenderung melakukan aksi tunggu, “Pelaku pasar saham sedang mencermati susunan kabinet baru pemerintahan mendatang. Gambaran pembentukan kabinet baru mendatang akan sebagai salah satu katalis positif,”ujarnya di Jakarta, Selasa (26/8).

Kendati demikian, menurut dia, di tengah minimnya sentimen positif pihaknya menilai beberapa saham di sektor perbankan, telekomunikasi, dan konstruksi layak untuk dicermati,”Saham sektor-sektor itu dapat menjadi pilihan yang menarik untuk dikoleksi dan berpotensi membentuk kenaikan tren baru,”paparnya.

Kemudian, dirinya memproyeksikan, indeks BEI Rabu masih melemah dan akan bergerak di kisaran

5.110-5.185 poin. Beberapa saham yang dapat diperhatikan diantaranya, PT PP (PTPP), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Bank Jabar dan Banten (BJBR), Adaro Energy (ADRO).

Pada perdagangan Selasa kemarin, saham-saham konstruksi dan perbankan terkena koreksi paling dalam. Investor mengambil untung setelah dua pekan terakhir berburu saham. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 214.367 kali dengan volume 5,48 miliar lembar saham senilai Rp 5,12 triliun. Sebanyak 91 saham naik, 211 turun, dan 81 saham stagnan.

Seluruh bursa di Asia menutup perdagangan di teritori negatif. Sentimen ini ikut menyeret bursa dalam negeri jatuh ke teritori negatif. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Goodyear (GDYR) naik Rp 1.200 ke Rp 16.500, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 70.500, Inti Agri (IIKP) naik Rp 185 ke Rp 1.485, dan Centris (CMPP) naik Rp 185 ke Rp 945. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textile (CNTX) turun Rp 2.200 ke Rp 8.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.325 ke Rp 53.700, Siloam (SILO) turun Rp 825 ke Rp 14.700, dan Indocement (INTP) turun Rp 750 ke Rp 24.400.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup terkoreksi 21,516 poin (0,41%) ke level 5.163,440. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 4,515 poin (0,51%) ke level 879,308. Aksi jual terjadi di saham-saham lapis dua. Sedangkan saham-saham unggulan masih diburu, terutama di sektor komoditas.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 106.426 kali dengan volume 2,827 miliar lembar saham senilai Rp 2,216 triliun. Sebanyak 89 saham naik, 171 turun, dan 87 saham stagnan. Bursa-bursa regional akhirnya jatuh dengan kompak ke zona merah sesi pertama. Positifnya bursa global tak banyak membantu sentiment positif bagi indeks BEI.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Goodyear (GDYR) naik Rp 1.200 ke Rp 16.500, Centris (CMPP) naik Rp 185 ke Rp 945, Unilever (UNVR) naik Rp 175 ke Rp 31.675, dan Siloam (SILO) naik Rp 125 ke Rp 15.650. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 575 ke Rp 54.450, Indocement (INTP) turun Rp 575 ke Rp 24.575, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 30.000, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 250 ke Rp 16.525.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 6,29 poin atau 0,12% menjadi 5.191,25. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,57 poin (0,18%) ke level 885,40. Kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah, faktor eksternal memberikan sentuhan positif bagi pergerakan indeks bursa domestik pada perdagangan Selasa,”Bank sentral Eropa (ECB) diproyeksikan akan menggunakan instrumen pembelian aset atau biasa disebut 'quantitave easing' (QE) agar tidak memasuki masa deflasi," ujar Alfiansyah.

Dia mengemukakan, inflasi tahunan negara di kawasan Eropa bulan Agustus ini diperkirakan turun menjadi 0,3% dari bulan sebelumnya sebesar 0,4%. Sementara target ECB sebesar 2,0%. Sementara dari dalam negeri, lanjut dia, pasca pelaksanaan pilpres sentimen domestik terbilang minim,”Pasar akan menyikapi sentimen dari eksternal di tengah minimnya sentimen domestik, IHSG diperkirakan 'mixed' dengan peluang menguat terbatas pada perdagangan saham Selasa,”ungkapnya.

Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan, pergerakan indeks BEI diperkirakan masih terbatas, beberapa saham domestik masuk dalam kondisi jenuh beli,”Investor saham yang memiliki orientasi jangka menengah masih menguntungkan, sedangkan untuk investasi dengan jangka pendek tetap diperlukan tingkat kewaspadaan," katanya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 1,74 poin (0,01%) ke level 25.165,17, indeks Nikkei turun 57,70 poin (0,37%) ke level 15.555,55 dan Straits Times menguat 2,62 poin (0,08%) ke posisi 3.332,90. (bani)

BERITA TERKAIT

Lalai Dalam Proyek Karaha - HIL Somasi PT Bangun Cipta Kontraktor

NERACA Jakarta- H Infrastructure Limited (“HIL”) perusahaan konstruksi terbesar di Selandia Baru melayangkan mengajukan surat teguran/ somasi kepada PT Bangun…

Martina Berto Masih Merugi Rp 17,18 Miliar

Bisnis kosmetik dan kecantikan PT Martina Berto Tbk (MBTO) masih terteka di semester pertama tahun ini. Dimana tekanan ini sama…

Penegakan Netralitas ASN Dalam Pemilu Butuh Keterlibatan Publik

Penegakan Netralitas ASN Dalam Pemilu Butuh Keterlibatan Publik   NERACA Jakarta - Direktur Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Maya Rostanty…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…