Makanan Kadaluarsa Dijual di Pasar Cianjur

NERACA

Cianjur – Masyarakat Cianjur diminta untuk teliti membeli produk makanan dalam kemasan yang kini dijual di pasar modern maupun tradisional. Sebab baru-baru ini,

sejumlah sampel produk makanan kemasan yang dijual di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan pasar modern itu, diketahui sudah kadaluarsa dan tidak dilengkapi registrasi hasil uji BPOM.

Peringatan itu secara tidak langsung disampaikan oleh hasil survey Tim Gabungan Pemkab Cianjur yang terdiri dari petugas Polres Cianjur, Satpol PP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Peternakan Perikanan, dan Kelautan, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur. Tim tsb melakukan kegiatan itu dalam rangka menyambut Hari Raya Indul Fitri 1432 H dan kegiatan rutin.

Di beberapa pedagang, tim menemukan ada tiga jenis produk makanan seperti baso dan tahu bulat di kemasannya tidak dicantumkan tanggal kadaluarsa serta registrasi hasil uji BPOM. Saat itu juga tim mengamankan puluhan bungkus tiga produk tersebut guna pemeriksaan lebih lanjut, sekaligus mencatat identitas penjualnya.kemarin pagi.

Selain tidak mencantumkan waktu kadaluarsa dan tidak dilengkapi registrasi hasil uji Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tim gabungan juga menemukan produk makanan kadaluarsa yang masih dipajang pedagang.

Saat ditanya tim , pedagang mengaku bahwa produk tersebut buatan home industri dan barangnya ditukar seminggu sekali. Selain itu tim juga memeriksa daging ayam dan sapi yang dijual pedagang. Tim tidak menemukan adanya daging yang tidak layak konsumsi. Namun memberi saran dan peringatan kepada beberapa penjual daging agar dagangannya bisa habis hari itu juga. Apabila tidak habis, diingatkan agar tidak dijual lagi esok harinya.

"Selain itu banyak produk makanan seperti bakso dan otak-otak tanpa dilengkapi hasil uji Dinkes maupun BPOM. Petugaspun mengambil beberapa sampel, dan dilakukan pendataan sekaligus pemeriksaan lebih lanjut," kata Kasat Narkoba Polres Cianjur AKP Sulaiman yang memimpin razia.

Dia mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menghadapi Idul Fitri 1432 Hijriyah, pihaknya bergabung dengan tim dari Dinkes, Disperindag, dan Disnakan Kelautan, serta Satpol PP melakukan pemeriksaan terhadap produk makanan di pasar tradisional maupun modern.

"Sebagai upaya memberikan jaminan kepada konsumen terhadap produk yang dijual supaya aman di konsumsi," ungkap Sulaiman.

Pihaknya mengungkapkan, hasil pemeriksaan tim di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan (pasar modern), menemukan ada produk yang sudah kadaluarsa masih dipajang, produk yang tidak dilengkapi dengan tanggal kadaluarsa dan tidak dilengkapi register Dinkes maupun BPOM.

"Kami mengamankan sejumlah sampel produk makanan yang dicurigai guna penyelidikan lebih lanjut," tandasnya.

BERITA TERKAIT

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

Pasar Apartemen Tetap Tumbuh di Tahun Politik

NERACA Jakarta –Meskipun tahun depan dihantui sentimen politik, para pelaku properti menyakini industri properti masih tetap positif. Apalagi, properti masih…

Perdana di Pasar, Saham PBID Naik 10 Point

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) pada perdagangan Rabu (13/12) langsung dibuka naik…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

KABUPATEN TANGERANG - PDAM Targetkan Januari 2018 Pelayanan Pesisir Beroperasi

KABUPATEN TANGERANG PDAM Targetkan Januari 2018 Pelayanan Pesisir Beroperasi NERACA Tangerang - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja…

Presiden Jokowi Direncanakan Kembali Kunjungi Sukabumi - Resmikan Groundbreaking Jalur Ganda KA Sukabumi-Bogor

Presiden Jokowi Direncanakan Kembali Kunjungi Sukabumi Resmikan Groundbreaking Jalur Ganda KA Sukabumi-Bogor NERACA Sukabumi - Presiden Joko Widodo dikabarkan akan…

Jabar Terus Lakukan Akselerasi Penyerapan ABPD 2017

Jabar Terus Lakukan Akselerasi Penyerapan ABPD 2017 NERACA Bandung - Sekda Provinsi Jawa Barat (Jabar) Iwa Karniwa mengatakan menjelang akhir…