KTA Bank Danamon Tidak Transparan

Saat ini saya memiliki fasilitas KTA dari Bank Danamon dengan no.rek. 104914312 sebesar Rp. 24 juta sejak Februari 2010 dan telah berjalan sekitar 17 bulan.

Hingga kini saya belum pernah menerima ataupun menandatangani perjanjian kredit dan daftar angsurannya, termasuk penjelasan metode perhitungan bunga yang digunakan karena sebelumnya konfirmasi angsuran per bulan hanya melalui telepon itu juga cuma sekali.

Tanpa ada keterangan terkait bunga dan metode perhitungannya, setelah saya cek ternyata oustanding tagihan per Agustus 2011 masih sebesar Rp. 19,16 juta, padahal setiap bulan saya telah membayar Rp. 980 ribu atau Rp. 16,6 juta (selama 17 bulan). Akibat tidak adanya transparansi informasi dari pihak Bank Danamon kepada nasabahnya pada awal pembiayaan maka dapat berpotensi menyesatkan pengguna produk.

Seharusnya pihak Bank Danamon memberikan penjelasan terlebih dahulu dengan baik perihal produk KTA yang ditawarkan kepada saya termasuk metode perhitungan bunga dan besarnya angsuran pokok dan bunganya sesuai Peraturan BI no.7/6/PBI/2005 pasal 5 ayat 1.

Mugiyanto Umar Yunizar

Email: mugi010678@yahoo.co.id

BERITA TERKAIT

Bank Panin Tambah Porsi Saham Jadi 42,54% - Rights Issue Panin Dubai Syariah

NERACA Jakarta - Jelang rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue, PT Bank Panin…

BEI Bilang Delisting Butuh Proses Panjang - Sikapi Kasus Bank of India

NERACA Jakarta- PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) tengah meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghapus sahamnya (delisting)…

LABA BERSIH BANK BJB TUMBUH

Komisaris Utama Bank BJB Klemi Subiyantoro (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Utama Ahmad Irfan (kedua kiri), Direktur Komersial merangkap Direktur…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Peran Pers dalam Mewujudkan Stabilitas di Tahun Politik

  Oleh : Stevanus Sulu, Mahasiswa Universitas Nusa Cendana, Kupang Pers sebagai media komunikasi massa berfungsi untuk menyalurkan aspirasi rakyat…

Menolak Isu Pencopotan Kepala BIN

  Oleh: Dodik Prasetyo, Peneliti Senior LSISI   Belakangan ini, masyarakat Indonesia diramaikan oleh berita penganiayaan tokoh agama seperti yang…

Matinya Edisi Cetak ?

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo Realitas industrialisasi media berdampak sistemik…