Electronic City Dekati Konsumen - HADIR DI GREEN TERRACE TAMAN MINI

PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) pada pertengahan 2014 ini kembali membidik wilayah Jakarta untuk memperkuat jaringannya. Berlokasi di Green Terrace Jl. Pintu Utama 1 Taman Mini Jakarta Timur, Electronic City siap memberikan layanan yang terbaik dan kenyamanan yang optimal bagi masyarakatuntuk memenuhi kebutuhan akan produk-produk elektronik.

“Keberhasilan usaha di bidang ritel elektronik semakin terbukti dan Electronic City terus menunjukan eksistensinya sebagai retailer terkemuka di Indonesia dengan membuka toko baru di Green Terrace ini. Dengan mengusung konsep pameran modern, Electronic City diharapkan menjadi pilihan pertama bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan produk-produkelektronik,” ujar Fery Wiraatmadja, Commercial and Investor Relations Director Electronic City.

Dengan diresmikannya toko di Green Terrace ini, posisi Electronic City semakin menguat. Karena wilayah itu (Jakarta Timur) masih cukup potensial untuk dikembangkan. “Hal ini sesuai dengan komitmen kami untuk selalu memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pelanggan,“ ungkapnya lagi.

Selain melihat potensi yang cukup besar di Timur Jakarta, Electronic City juga melihat kawasan Indonesia lainnya tak kalah menarik untuk dikembangkan. Adalah kota Lombok yang dipilih sebagai lahan pengembangan bisnis mereka.

Secara resmi dan bersamaan (dengan peresmian di Green Terrace) Electronic City juga membuka toko pertamanya di sana. Dengan demikian total toko yang dimiliki oleh Electronic City sekarang adalah 66 toko.

Diharapkan Electronic City dapat terus mengembangkan sayapnya sehinggabisa memperkuat jaringan di pelosok Indonesia sesuai dengan komitmennya untuk memperluas basis dan menjaga loyalitas konsumen.

Baru Tergarap 2%

PT Electronic City Tbk (ECII) menyebutkan pangsa pasar bagi pemain bisnis ritel toko modern komponen electronik masih sangat sedikit. Karena itu, lahan ini masih cukup potensial untuk digarap dan dikembangkan. "Pangsa pasar masih besar karena baru tergarap 2%," kata Fery..

Fery mengatakan bermunculannya toko yang mirip dengan bisnis ECII sesungguhnya tidak akan merebut pasar ECII. Sebab market sharenya masih sangat kecil yakni hanya sebesar 2%. Sehingga dia menilai kehadiran pemain baru yang bermunculan nantinya bukanlah ancaman untuk usahanya. "Kita menyebutnya kalau ada pemain bukan kompetitor tetapi namanya koopetitor. Karena dengan kehadiran mereka kita bisa bersama sama membangun pasar," sebut dia.

Menurut Fery, dengan upaya tersebut (sama-sama membangun pasar dengan koopetitor), akan mengubah pola belanja masayarakat Indonesia yang sebelumnya tradisional menjadi berpola modern. "Masyarakat pindah ke modern lebih nyaman, harga jelas dan negoisasi yang negatif gak ada justru yang positif saja," tutup dia.

BERITA TERKAIT

Taman Laut di Indonesia yang Jarang Terekpos

Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang dua pertiga kawasannya adalah lautan. Panjang garis pantai di Indonesia mencapai 81 ribu…

Dukung Electronic Bookbuilding - BEI Siapkan Platform di Pasar Premier

NERACA Jakarta – Mengerem lonjakan harga saham saat IPO, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan platform pasar primer menyusul…

31 Kasus Sengketa Konsumen Masuk Ke BPSK Kota Sukabumi - Sepanjang Tahun 2018

31 Kasus Sengketa Konsumen Masuk Ke BPSK Kota Sukabumi Sepanjang Tahun 2018 NERACA Sukabumi - Sepanjang tahun 2018, kasus pengaduan…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…

Jajaki Gurihnya Usaha Jajan Martabak

Jajanan Martabak merupakan salah satu kudapan yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Disajikan dengan berbagai varian rasa, martabak tak…