Pendapatan Astra Agro Tumbuh 45,64%

Kamis, 24/07/2014

NERACA

Jakarta – Emiten perkebunan, PT Astra Agro Letari Tbk (AALI) membukukan pendapatan bersih sampai dengan semester pertama tahun ini sebesar Rp8,01 triliun. Angka tersebut naik 45,64% dibanding paruh pertama tahun lalu sebesar Rp5,5 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, naiknya pendapatan tersebut diikuti naiknya beban pokok pendapatan sekitar 36,4% menjadi Rp5,51 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,04 triliun. Beban umum dan administrasi juga bertambah menjadi Rp319,92 miliar dari Rp273,99 miliar, beban penjualan menjadi Rp249,07 miliar dari Rp230,14 miliar, biaya pendanaan naik menjadi Rp45,13 miliar dari Rp27,05 miliar.

Sementara paruh pertama tahun ini, emiten perkebunan minyak sawit tersebut membukukan keuntungan selisih kurs sebesar Rp26,85 miliar dibanding paruh pertama tahun lalu yang mencatat rugi Rp34,23 miliar.

Selain itu, perseroan juga membukukan kenaikan dari penghasilan bunga menjadi Rp13,68 miliar dari Rp7,81 miliar, bagian atas hasil bersih pada pengendalian bersama entitas Rp10,71 miliar dan lain-lain bersih bertambah menjadi Rp74,57 miliar dari Rp46 miliar.

Akibatnya, laba periode berjalan meningkat 91,78% menjadi Rp1,43 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu Rp745,64 miliar. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 91,08% menjadi Rp1,37 triliun dari Rp716,99 miliar.

Adapun laba per saham dasar/dilusian per akhir Juni naik menjadi Rp869,18 per lembar dibanding akhir Juni 2013 senilai Rp455,20 per lembar. Harga saham perseroan pukul 14.10 WIB berada di Rp26.250 per lembar atau naik 250 poin dibanding penutupan kemarin di Rp26.000 per lembar.

Total aset peruahaan pada enam bulan pertama tahun ini tercatat mencapai Rp17,21 triliun, dengan total utang sebesar Rp6,16 triliun. Angka itu meningkat dibanding akhir tahun lalu, di mana aset sebesar Rp14,96 triliun dengan total utang Rp4,7 triliun.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 2,8 triliun. Kata Head of Public Relations AALI, Tofan Mahdi, sumber pendanaan capex tahun ini mayoritas disumbang dari kas internal perusahaan, dan sisanya dari pinjaman perbankan. "Kas kami masih kuat untuk membiayai capex tahun ini,"ujarnya.

Dia menjelaskan, sejak Januari hingga Maret 2014, dana capex yang sudah terserap sebesar Rp 716 miliar. Adapun, alokasi dana capex itu paling besar untuk pembangunan pabrik kelapa sawit baru dan pelabuhan, totalnya mencapai Rp 297 miliar. "Sedangkan realisasi capex itu untuk menunjang bisnis AALI baik plantation sekitar Rp 232 milia, dan sisanya digunakan untuk mendukung bisnis perseroan yang non plantation," ungkap Tofan.

Tofan mengaku, di semester II 2014 ini, perseroan akan menambah 3 pabrik lagi. Padahal, saat ini pihaknya sudah memiliki total 26 pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 1.280 ton per jam. Ketiga pabrik kelapa sawit tersebut terletak di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Barat. "Total kapasitas masing-masing pabrik itu sebesar 45 ton per jam," ucapnya. (bani)