Tolak Pemilu, IHSG Masuki Tren Melemah

Rabu, 23/07/2014

NERACA

Jakarta – Pernyataan capres Prabowo Subianto yang menolak hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU), mendapatkan respon negatif dari pelaku pasar dengan aksi jual sehingga membawa indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi. Hal ini diluar perkiraan pelaku pasar dan tren indeks BEI yang dibuka menguat.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, indeks BEI bergerak melemah seiring maraknya aksi ambil untung, “Aksi ambil untung pelaku pasar menyusul adanya penolakan hasil perhitungan suara pilpres oleh KPU yang menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar,”ujarnya di Jakarta, Selasa (22/7).

Kendati demikian, lanjut Reza, tekanan indeks BEI cenderung terbatas di akhir sesi menyusul sebagian investor yang mengambil posisi beli sehingga IHSG tidak terlalu turun. Dia memperkirakan bahwa respon negatif dan kekhawatiran investor di pasar saham domestik terhadap penolakan hasil pilpres itu masih mewarnai pergerakan IHSG BEI ke depannya,”Meski laju IHSG BEI berotensi melemah kembali, namun diharapkan pelaku pasar dapat lebih rasional dan memanfaatkan pelemahan untuk mencari saham-saham yang berfundamental baik," kata Reza.

Berikutnya, indeks BEI Rabu diperkirakan akan bergerak konsolidasi di kisaran 5.035-5.168 poin. Sebagai informasi, mengakhiri perdagangan Selasa kemarin, IHSG ditutup terpangkas 43,602 poin (0,85%) ke level 5.083,521. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 7,538 poin (0,86%) ke level 873,778.

Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis sebesar Rp 9,46 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 276.091 kali dengan volume 9,29 miliar lembar saham senilai Rp 8,94 triliun. Sebanyak 75 saham naik, 230 turun, dan 83 saham stagnan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi satu-satu pasar saham di Asia yang melemah. Bursa-bursa regional sore ini kompak menguat di zona hijau. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Pioneerindo (PTSP) naik Rp 950 ke Rp 5.500, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 11.500, Siloam (SILO) naik Rp 225 ke Rp 14.225, dan Tower Bersama (TBIG) naik Rp 125 ke Rp 8.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 575 ke Rp 25.025, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 350 ke Rp 16.625, Hero Supermarket (HERO) turun Rp 325 ke Rp 2.650, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 300 ke Rp 7.000.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup turun 23,425 poin (0,46%) ke level 5.103,698. Sementara Indeks LQ45 berkurang 4,182 poin (0,47%) ke level 877,134. Indeks pun meluncur ke titik terendahnya hari ini di level 5.098,861. Aksi jual pun terjadi hampir di seluruh lapisan saham.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 133.493 kali dengan volume 4,936 miliar lembar saham senilai Rp 3,895 triliun. Sebanyak 83 saham naik, 185 turun, dan 87 saham stagnan. Bursa-bursa regional berhasil kompak menguat hingga sesi pertama. Investor di Asia bisa menepis sentimen negatif dari bursa global.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 11.500, Siloam (SILO) naik Rp 475 ke Rp 14.475, Unilever (UNVR) naik Rp 125 ke Rp 31.225, dan Sona Topas (SONA) naik Rp 100 ke Rp 3.950. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 69.250, Astra Agro (AALI) turun Rp 225 ke Rp 26.025, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 175 ke Rp 10.475, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 175 ke Rp 8.425.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 14,84 poin atau 0,29% menjadi 5.141,96 sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,88 poin (0,44%) ke level 885,20. Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, pelaku pasar optimistis pengumuman hasil pilpres oleh komisi pemilihan umum (KPU) dapat diterima oleh semua pihak, sehingga berdampak positif terhadap pasar modal Indonesia,”Sentimen pergerakan indeks BEI cenderung dipengaruhi oleh faktor dari dalam negeri. Jika tetap terjaga dan damai, maka akan muncul optimisme bagi pelaku pasar saham dan IHSG berpotensi menguat," kata dia.

Sentimen lainnya, menurut dia, diperkirakan hanya menjadi faktor komplementer bagi pergerakan indeks bursa domestik, termasuk sentimen dari Bank Dunia yang merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2014 menjadi 5,2% dari sebelumnya 5,3% yang dipengaruhi oleh melemahnya harga komoditas dan pertumbuhan kredit.

Dari eksternal, dia mengemukakan bahwa yang dapat mempengaruhi pergerakan indeks saham bursa global, termasuk Indonesia yakni berkenaan dengan data inflasi dan penjulan rumah AS. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 148,42 poin (0,63%) ke level 23.535,56, indeks Nikkei naik 118,28 poin (0,78%) ke level 15.333,99 dan Straits Times melemah 2,35 poin (0,07%) ke posisi 3.311,92. (bani)