Optimis Hasil KPU, IHSG Kembali Menguat

Selasa, 22/07/2014

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 40,109 poin (0,79%) ke level 5.127,123. Sementara Indeks LQ45 menanjak 7,200 poin (0,82%) ke level 881,316.

Keyakinan pelaku pasar, pengumuman pemenang presiden terpilih Republik Indonesia oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) berjalan aman dan damai menjadi alasan, pasar kembali menguat,”Investor secara agresif melakukan aksi beli terhadap saham-saham di dalam negeri sehingga mendorong IHSG melanjutkan penguatan," kata analis HD Capital yuganur Wijanarko di Jakarta, Senin (21/7).

Menurut dia, aksi investor itu seiring dengan optimisme di dalam negeri bahwa pengumuman hasil pemilihan umum presiden (pilpres) oleh KPU akan berjalan lancar. Dirinya memperkirakan, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan dapat mendorong rally bergerak menguat menuju ke level 5.145 poin.

Sementara Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada menambahkan, IHSG BEI mencoba bertahan positif meski sentimen yang ada tidak terlalu mendukung. Pelaku pasar asing membukukan jual bersih namun tidak terlalu tinggi, sebesar Rp22,799 miliar,”Dengan asumsi pelaku pasar tidak terlalu khawatir dan panic, maka IHSG BEI masih berpotensi melanjutkan kenaikan. Akan tetapi, tetap mewaspadai aksi-aksi profit taking yang dapat menahan potensi kenaikan lanjutan tersebut,"ungkapnya.

Pada perdagangan Senin awal pekan, transaksi investor melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 4,44 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 231.222 kali dengan volume 6,032 miliar lembar saham senilai Rp 6,163 triliun. Sebanyak 216 saham naik, 84 turun, dan 87 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan kompak melemah di zona merah. Insiden jatuhnya pesawat MH17 membuat kekhawatiran akan memanasnya konflik di Ukraina dan Rusia. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Citra Marga (CMNP) naik Rp 455 ke Rp 4.055, Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 26.450, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 375 ke Rp 10.950, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 325 ke Rp 8.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Adira Finance (ADMF) turun Rp 475 ke Rp 10.975, Matahari (LPPF) turun Rp 150 ke Rp 14.350, Asia Resources (ARII) turun Rp 131 ke Rp 394, dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 130 ke Rp 3.895.

Kemudian perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 33,121 poin (0,65%) ke level 5.120,135. Sementara Indeks LQ45 menanjak 6,495 poin (0,74%) ke level 880,611. Perburuan aksi beli investor sejak awal perdagangan menjadi pemicunya dan ditambah penguatan saham-saham berbasis kontruksi dan infrastruktur.

Pada perdagangan kemarin, hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa bisa menguat jika sektor perkebunan tidak jatuh ke zona merah. Saham-saham perusahaan sawit terkena aksi ambil untung setelah naik cukup tinggi akhir pekan lalu.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 120.959 kali dengan volume 2,656 miliar lembar saham senilai Rp 2,85 triliun. Sebanyak 199 saham naik, 75 turun, dan 79 saham stagnan. Bursa regional bergerak mixed pada sesi pertama. Sentimen positif dari Wall Street pekan lalu membuat pelaku pasar setempat berani berburu saham.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 26.450, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 10.925, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 25.625, dan Unilever (UNVR) naik Rp 275 ke Rp 31.200. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 500 ke Rp 1,039 juta, Adira Finance (ADMF) turun Rp 300 ke Rp 14.350, Matahari (LPPF) turun Rp 150 ke Rp 14.350, dan SMART (SMAR) turun Rp 150 ke Rp 6.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 20,44 poin menjelang ekspektasi positif dari pelaku pasar bahwa pengumuman hasil pemilu berjalan lancar. IHSG BEI dibuka menguat 20,44 poin atau 0,40% menjadi 5,107,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 5,35 poin (0,61%) menjadi 879,46,”Pergerakan indeks BEI cenderung dipengaruhi oleh sentimen di dalam negeri. Pelaku pasar cukup tenang menati hasil pengumuman pilpres dan diyakini berjalan lancar, kondisi itu membuat pasar saham domestik berada di area positif," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada.

Dia menambahkan bahwa masih adanya aksi beli investor asing dan nilai tukar rupiah yang bergerak menguat menjadi salah satu penopang pasar saham domestik melanjutkan kenaikan. Di sisi lain, lanjut dia, sebagian pelaku pasar yang tidak terlalu khawatir terhadap hasil pilpres menambah sentimen positif bagi IHSG BEI melanjutkan kenaikan. Kendati demikian, tetap waspadai aksi ambil untung yang dapat menahan potensi kenaikan indeks BEI.

Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, penguatan indeks BEI cenderung terbatas menyusul sebagian investor di dalam negeri masih tetap fokus menantikan hasil pilpres pada 22 Juli nanti,”Diperkirakan penantian hasil pilpres oleh KPU mendorong IHSG bergerak dengan rentang lebar," ungkapnya.

Di sisi lain, lanjut dia, faktor geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina juga masih mencemaskan pasar saham global, sentimen itu dapat membawa tekanan bagi pergerakan indeks saham global. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 21,85 poin (0,09%) ke level 23.432,94, indeks Nikkei turun 154,55 poin (1,01%) ke level 15.215,71 dan Straits Times menguat 3,96 poin (0,12%) ke posisi 3.314,49. (bani)