Perkuat SDM Kelautan-Perikanan Sikapi Iklim

NERACA

Jakarta – Perubahan iklim menjadi isu global yang menjadi perhatian dunia. Fenomena ini sangat erat kaitannya dengan sektor kelautan dan perikanan yang kegiatannya sangat bergantung kepada alam. Akibatnya sangat dirasakan oleh para pelaku utama di sektor kelautan dan perikanan, baik nelayan, pembudidaya, pengolah, pemasar, maupun petambak garam. Sehingga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun menaruh perhatian yang besar di dalam hal ini, khususnya di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP), Suseno Sukoyono, dalam acara talkshow bertema “Peningkatan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan dalam Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (MBAPI)”, di Ballroom kantor Pusat KKP, sebagaimana dikutip dari keterangan pers, di Jakarta, Senin (11/7).

Talkshow ini merupakan salah satu rangkaian acara pada kegiatan Serah Terima Materi Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan MBAPI dari Direktur Jenderal (Dirjen) Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Sudirman Saad kepada Kepala BPSDM KP, di mana materi Bimtek ini nantinya akan menjadi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang MBAPI.

Selain Dirjen KP3K dan Kepala BPSDM KP, turut menjadi narasumber pada talkshow ini adalah Utusan Khusus Presiden Indonesia untuk Perubahan Iklim dan Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim Indonesia (DNPI) Rachmat Witoelar serta Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi. Bertindak sebagai peserta kegiatan adalah para pemangku kepentingan terkait MBAPI di wilayah pesisir yang terdiri atas kementerian/lembaga di tingkat pusat, lembaga swadaya masyarakat, dan akademisi.

Pada talkshow tersebut, Suseno mengatakan, penguatan SDM dalam upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim menjadi sangat penting karena perubahan iklim memiliki keterkaitan yang erat dengan berbagai kegiatan kelautan dan perikanan termasuk SDM kelautan dan perikanan sebagai pelaku utama. Hal ini disebabkan kegiatan tersebut merupakan kegiatan ekonomi yang keberadaannya menggantungkan kepada sumberdaya alam yg dikelola pemanfaatannya oleh SDM dimaksud.

Pemerintah melalui DNPI Agustus tahun lalu telah meluncurkan Strategi Nasional Pengembangan SDM untuk penanganan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Sementara itu menurut Suseno, BPSDM KP dengan tugas dan fungsinya melaksanakan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan kelautan dan perikanan, saling bahu-membahu dengan pihak terkait lainnya guna melaksanakan Pengembangan SDM untuk penanganan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Di bidang pendidikan, penanganan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim telah masuk dalam kurikulum pendidikan kelautan dan perikanan. BPSDM KP bersama Dewan Nasional Perubahan Iklim dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) rutin bertemu untuk meng-update perkembangan dalam penanganan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pada 15 April 2013 dalam rangka perayaan tahunan Hari Bumi ke-43, BPSDM KP menyelenggarakan seminar "Perubahan Iklim dalam Prespektif Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan" di Kapal Madidihang 03, kapal latih milik Sekolah Tinggi Perikanan, salah satu satuan pendidikan tinggi di BPSDM KP.

Selanjutnya BPSDM KP menjadikan kapal Madidihang 03 sebagai kapal penelitian yang menjadi tempat berbagai kegiatan yang berkaitan untuk peningkatan kuantitas dan kualitas pengembangan kelautan dan perikanan Indonesia, khususnya dalam menghadapi fenomena perubahan iklim tersebut. Kapal ini menjadi sarana teaching factory bagi para taruna yang lebih menerapkan praktek (70%) dibanding teori (30%) pada pendekatan yang digunakan dalam pendidikan.

Bangunan kampus satuan pendidikan pun disesuaikan dengan mitigasi bencana. Hal ini salah satunya belajar dari pengalaman gempa di Padang pada tahun 2009, di mana Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Pariaman, Sumatera Barat, satuan pendidikan menengah di BPSDM KP, terkena dampaknya.

Adapun di bidang pelatihan, BPSDM KP menyelenggarakan pelatihan bagi para pelaku utama, untuk dapat menghadapi dan beradaptasi terhadap berbagai fenomena yang ada, seperti kenaikan permukaan laut, pengasaman laut, meningkatnya suhu, pencairan gletser, hilangnya keanekaragaman hayati, serta masalah salinisasi. Selain itu, diadakan pula pelatihan di bidang mata pencaharian alternatif yang diharapkan dapat mengatasi dampak dalam kehidupan yang akan terjadi di antaranya hilangnya beberapa lapangan pekerjaan, di samping dampak lainnya. Adanya perubahan iklim ini dapat meyebabkan migrasi ikan, sumber air mongering, dan sebagainya. Para nelayan yang tidak bisa melaut diberi pelatihan di bidang budidaya perikanan, sehingga tetap memperoleh penghasilan manakala ombak dan cuaca tidak bersahabat. Dengan demikian terjadi perubahan mindset (pola pikir) pada para nelayan.

Sementara itu di bidang penyuluhan, salah satu tugas penyuluh perikanan adalah memfasilitasi desiminasi Iptek dan hasil penelitian terapan pilihan. Bahan materi tersebut disampaikan melalui cyber extension yang dapat di akses di website Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan BPSDM KP. Terkait dengan tugas penyuluh ini, BPSDM KP bekerja sama erat dengan lembaga penelitian dan pengembangan IPTEK terkait, baik internal KKP maupun eksternal di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), DNPI, Kementerian Lingkungan Hidup, dan sebagainya.

Di samping itu, penyuluhan terhadap proses mitigasi dan adaptasi perubahan iklim juga telah dilakukan secara gencar, bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, melalui berbagai strategi komunikasi penyuluhan baik tertayang, terdengar, tercetak. Para penyuluh dibekali dengan berbagai pelatihan dan informasi tentang isu global dan cara mengantisipasinya dalam menghadapi fenomena alam sebagai substansi penyuluhan kepada masyarakat khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

Related posts