Telkom Targetkan Hingga Akhir Tahun - Putuskan Nasib Miratel

NERACA

Jakarta – Rencana PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melepas anak usahanya bidang menara PT Dayamitra Telekomunikasi (Miratel) belum menemui cara yang tepat. Namun yang pasti, perseroan menargetkan hingga akhir tahun ini bisa diputuskan.

Vice President Public RelationsPT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Arif Prabowo mengatakan, perseroan baru dapat memutuskan nasib Mitratel pada kuartal-IV 2014 mendatang,”Kami masih mencari cara terbaik untuk Mitratel. Kemungkinan kuartal-IV baru diputuskan. Aksi korporasi baru berjalan pada awal 2015," katanya di Jakarta, kemarin.

Pada awal tahun 2014 ini perseroan berencana untuk memutuskan langkah apa yang akan dilakukan kepada Mitratel. Perseroan telah memilik lima opsi seperti menjual aset, merger, penawaran umum perdana saham (initial public offering/ IPO), opsi strategic partner bakal melibatkan mitra di luar perusahaan dan terjadi penukaran kepemilikan saham (backdoor listing), serta tidak melakukan apapun terhadap Mitratel. Dari lima opsi tersebut sudah mengerucut menjadi dua opsi, yakni backdoor listing dan IPO.

Jika keputusan aksi apa yang akan dilakukan Telkom kepada Mitratel baru akan ada di kuartal-IV maka artinya aksi korporasi tersebut baru akan bisa dilaksanakan pada kuartal-I 2015. Saat ini Mitratel bersama PT Telkom Akses dan PT Graha Sarana Duta berada di bawah PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkom Infratel). Telkom Infratel merupakan subholding yang baru berdiri pada 23 Januari 2014.

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8-9%. Target pertumbuhan pendapatan ini turun apabila dibandingkan dengan pertumbuhan sepanjang tahun 2013 lalu yang sebesar 10-11%. Kata Arief, perseroan pada semester-I tahun 2014 ini akan tumbuh sebesar 8-9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,”Karena pertama dari industri, dari sisi voice masih menduduki porsi paling besar saat ini. Kita kontributor terbesar dari Telkomsel. Revenue di voice dan sms masih cukup besar tahun ini. Apakah pertumbuhan data bisa menutup dua komponen ini? Data tumbuh bisa 20 persen, tapi kontribusinya tidak besar,"ungkapnya.

Arief melihat terjadi perubahan tren terhadap penggunaan dari voice dan SMS yang beralih pada penggunaan data belakangan ini. Untuk itu, perseroan pada tahun ini akan lebih fokus ke bisnis penggunaan data."Broadband bisa tumbuh lebih pesat. Target 25% kontribusinya ke pendapatan kita. Sampai akhir tahun minimal 10% dari pencapaian tahun lalu," jelasnya.

Selain itu, Arief mengatakan bahwa pada pos laba bersih perseroan juga akan mengalami penurunan pertumbuhan dari 10-11% pada tahun 2013 menjadi 8-9% di tahun 2014. Tercatat, laba bersih perseroan pada semester-I 2013 sebesar Rp 7,13 triliun atau meningkat 11,04% dari Rp 6,42 triliun di periode yang sama di tahun 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

Audi Ingin Gandakan Penjualan di China Dalam 6 Tahun

NERACA Jakarta – Merek premium dari grup Volkswagen, Audi, menyatakan ingin melipatgandakan angka penjualan selama enam tahun mendatang di China…

IHSG Lanjutkan Penguatan di Akhir Pekan

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan Kamis (19/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat sebesar 35,89…

Tahun Politik Diklaim Aman untuk Investasi

    NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan kondisi politik di Indonesia stabil dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Tumbuh 1,07% - Kapitalisasi Pasar di BEI Capai Rp 7 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 16 hingga…

BEI Padang Ikut Gelar Tes Serentak CMP DP

Sebanyak 86 peserta mengikuti tes tertulis tenaga profesional pasar modal untuk mengikuti Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP) 2018 yang diselenggarakan…

Indofarma Anggarkan Capex Rp 160 Miliar

Danai pengembangan bisnis, PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) tahun ini menganggarkan belanja modal atau (capital expenditure /capex) sebesar Rp160 miliar.…