Kripik Buah Prospek Bisnis Yang Menjanjikan

Jumat, 19/08/2011

NERACA. Industri olahan atau industri rumah tangga berbahan baku buah-buahan mengalami peningkatan akibat naiknya permintaan dari konsumen yang menggemari kripik buah seperti, salak, nangka, melon, ubi singkong, mangga dan nanas.

Dari sumber berita yang di dapat, sebut saja Alan, kepala toko Rumah Durian Harum, yang mengelola bisnis buah durian mengatakan, “Sudah 4 tahun menekuni usaha olahann buah durian menjadi kripik durian yang dinamakan kripik rumah durian harum.”

Ketika usaha baru berjalan 2007, semua hanya menjajakkan buah durian saja. Tetapi seiring perkembangannya, mereka mulai melirik usaha kripik buah dan mulai membuat olahan kripik durian. Ternyata hasilnya, banyak yang menyukai kripik durian tersebut sehingga semenjak itu, jelas Alan, ”Kami mulai menambahkan menu kedalam sajian yang ada ditempat ini.”

Saat ini, banyak orang yang telah mengetahui kripik buah dan mengenal rasa kripik tersebut yang membuat ketagihan untuk dicoba. Peminatnya pun beragam, hampir dari semua golongan menyukainya. Ternyata, pemasukan dari kripik buah tidak kalah bersaingnya dengan penjualan buah durian itu sendiri.

Pembuatan kripik buah memiliki cara tersendiri yang menjaga segi kandungan yang ada pada buah sehingga kandungan nutrisi/gizi tidak hilang terbuang. Biasanya menggunakan mesin vacuum frying yang hasilnya dapat terlihat dari produknya seperti warna yang tidak berubah dan tidak gosong. Sangat natural tanpa bahan pengawet atau zat pewarna dan zat perasa. Dari segi rasa, keripik menjadi renyah dan nikmat. Umumnya digoreng pada suhu rendah/80-85 derajat celcisius.

Bila bicara bisnis, maka Indonesia sebenarnya merupakan potensi besar bagi industri keripik buah. Karena Indonesia merupakan negara penghasil buah-buahan. Berbagai macam buah-buahan tumbuh subur di negeri ini. Bila saat musim panen tiba maka buah-buahan melimpah dan banyak sisa buah yang terkadang terbuang karena rusak dan membusuk.

Potensi ini setidaknya menjadikan para pengusaha terutama pengolah buah-buahan menjadi makanan ringan seperti keripik mengambil peran untuk berinisiatif membuka lahan bisnis yang baru. Dimana segala kebutuhan bahan baku yang diperlukan sangat melimpah, tinggal pengaturan dan pengemasan yang perlu diperhatikan agar kemasan produk tersebut memiliki daya saing yang lebih.

Bila dilihat harga yang ditawarkan saat ini untuk keripik buah bervariasi mulai dari harga Rp. 3000/kg sampai harga Rp. 4000/kg untuk kripik salak dan untuk keripik nangka ada yang mulai dari Rp. 3000-Rp. 8000/kg. Jadi, harga tergantung pada bahan dasar kripik itu sendiri, semakin bahan dasar kripik buah mahal dan banyak permintaannya maka harga keripik tersebut semakin tinggi.

Bila suatu pengusaha minimal dapat menjual keripik buah dalam sebulan sekitar 5000 kilogram dengan harga Rp. 4000/kg maka keuntungan yang didapat sekitar Rp. 20.000.000. Sungguh menggiurkan bila diperhatikan secara mendetail. Sebenarnya hal itu tergantung pada pasar dan kemasan yang diolah secara tepat dan menarik karena untuk produknya sendiri memang telah memiliki kelebihannya sendiri yaitu kandungan protein dan gizi. Tentunya daya tarik yang bisa mendatangkan keuntungan karena bisa meningkatkan daya permintaan konsumen.

Topik Terkait

permintaan keripik melon