HM Sampoerna Masih Unggul di Bursa - Kapitalisasi Pasar Rp 294,97 Triliun

NERACA

Jakarta – Jika selama ini kapitalisasi saham di pasar modal dikuasai oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (16/7) kemarin, PT HM Sampoerna Tbk masih tercatat sebagai emiten dengan kapitalisasi saham terbesar sampai dengan Juni 2014.

Disebutkan, total kapitalisasi pasar saham HM Sampoerna tercatat sebanyak Rp294,97 triliun. Semetara PT Astra International Tbk menempel ketat di posisi kedua dengan nilai kapitalisasi pasar hingga Rp294,51 triliun. Sedangkan posisi ketiga sampai kelima ditempati PT Bank Central Asia Tbk di Rp268,49 triliun, PT Bank Rakyat Idonesia Tbk di Rp252,16 triliun dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk di Rp248,47 trilliun.

Kemudian disusul PT Bank Mandiri Tbk di Rp224, 64 triliun, PT Unilever Indonesia Tbk di Rp223,36 triliun, PT Perusahaan Gas Negara Tbk di Rp135,14 triliun, PT Gudang Garam Tbk di Rp102,93 triliun dan ditutup ke sepuluh PT Semen Indonesia Tbk di Rp89, 41 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida pernah bilang, kapitalisasi pasar saham Indonesia menempati urutan kedua terendah di ASEAN. Kapitalisasi pasar saham Indonesia mencapai US$ 415 miliar secara year to date dari US$ 347 pada Desember 2013,”Menjadi urutan terendah pertama setelah Filipina yang kapitalisasi pasarnya hanya sekitar US$ 250 miliar," ujarnya.

Kapitalisasi pasar saham Indonesia kalah jauh dibanding Malaysia yang nilainya mencapai US$ 500 miliar, dan Singapura US$ 750 miliar. Meski begitu, pasar modal di Indonesia bisa terhibur dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cukup positif. IHSG tercatat naik 13,21% secara year to date dari 4.274,177 pada Desember 2013 menjadi 4.838,760 di tanggal 2 Mei 2014

Disebutkan, kenaikan IHSG ini merupakan tertinggi kedua di ASEAN setelah Filipina yang naik 14,48 persen secara year to date. Sementara bursa Filipina (PSEi) per Desember 2013 tercatat 5.889,830 dan terus meroket hingga ke angka 6.742,970. Selanjutnya posisi ketiga ditempati indeks Thailand (SET) yang naik 9,45 persen dari 1.298,710 pada Desember 2013 menjadi 1.421,480 di tanggal 2 Mei 2014.

Selanjutnya, bursa India (Sensex) yang naik 5,83% secara year to date dari 21.170,680 ke 22.403,890. Posisi kelima ada bursa Singapura (STI) yang indeksnya naik 2,69% dari 3.167,430 menjadi 3.252,550 secara year to date."Walaupun Indonesia indeksnya naik tinggi tapi secara market cap masih rendah dibanding negara ASEAN lain hanya US$ 415 miliar," ungkapnya.

Asal tahu saja, pihak BEI menargetkan pada 2015 nilai kapitalisasi pasar modal mencapai US$750 miliar atau setara Rp8.643 triliun.,”Diharapkan kita bisa menyaingi Singapura yang saat ini kapitalisasinya sudah US$650 miliar sampai US$700 miliar. Ya kita target tahun 2015 bisa mencapai US$750 miliar," kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito.

Menurut Ito, target kapitalisasi pasar saham tersebut akan mudah tercapai jika didukung banyaknya jumlah investor saham dan perusahaan yang listing di Bursa. (bani)

BERITA TERKAIT

HASIL SEMENTARA PASLON JOKOWI-MA’RUF AMIN UNGGUL - Pemilu Aman, Citra Indonesia Makin Baik

Jakarta-Hingga Pk. 16.00 kemarin (17/4) proses perhitungan cepat (Quick Qunt) dari empat lembaga survei menunjukkan paslon Jokowi-Ma’ruf Amin untuk sementara…

Quick Count Jokowi-Amin Unggul, Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo: Jaga Persatuan, Ini Kemenangan Bersama

JAKARTA, Kemenangan Joko Widodo dan Maruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019 adalah kemenangan bersama. Seluruh rakyat Indonesia, harus tetap menjaga…

Terdistorsinya Ruang Pasar yang Luas

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Ruang pasar (market space) adalah ruang "tanpa batas" secara ketika the world…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…