PGN Ingin Jadikan Jakarta Model Kota Gas

Optimalkan Gas Bumi

Kamis, 17/07/2014

NERACA

Jakarta –Guna mengoptimalkan penggunaan energi gas bumi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus mengkampanyekan pentingnya menggunakan gas. Salah satu bagian kampanye perseroan adalah menjadikan DKI Jakarta sebagai role model Kota Gas di Indonesia. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, hingga saat ini PGN sudah memiliki jaringan pipa distribusi gas bumi di DKI Jakarta sepanjang 701 kilometer (km). Hingga semester I tahun ini, khususnya di DKI, PGN sudah menambah jaringan gas sepanjang 60 kilometer (km),”PGN tidak hanya mengedepankan usaha niaga semata, namun tetap menerapkan konsep pengembangan infrastruktur gas terintegrasi," kata Hendi.

Jaringan distribusi di wilayah DKI Jakarta adalah bagian dari jaringan distribusi PGN di Jawa Bagian Barat. Totalnya, sepanjang 2.150 km. Adapun panjang pipa PGN secara nasional lebih dari 6.000 km yang membentang di Sumatera dan Jawa.

Hendi menjelaskan bahwa dari sekitar 60 badan usaha hilir gas yang ada di Indonesia, PGN merupakan satu-satunya badan usaha yang mengembangkan infrastruktur gas secara terintegrasi untuk seluruh lapisan masyarakat. Jaringan pipa gas PGN mengalirkan gas untuk berbagai sektor mulai dari sektor rumah tangga, industri, komersial, UKM, listrik dan transportasi.

Saat ini, jumlah pelanggan PGN di DKI Jakarta sekitar 13.900 pelanggan. Dari jumlah itu, sekitar 13.500 di antaranya adalah pelanggan rumah tangga dan usaha kecil. Adapun jumlah pelanggan PGN secara nasional lebih dari 100 ribu pelanggan."Mayoritas adalah rumah tangga dan pelaku usaha kecil seperti warung bakso, pempek dan lainnya," kata Hendi.

Hendi menjelaskan bahwa saat ini PGN sedang mengerjakan berbagai proyek infrastruktur gas di DKI Jakarta. Proyek itu antara lain pembangunan jaringan gas rumah tangga, pembangunan jaringan gas Ring Line 1 (Muara Karang-Muara Bekasi) sepanjang 45 km, pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan Mobile Refuelling Unit (MRU) atau SPBG bergerak.

Di sektor rumah tangga pada tahap awal ada 5.000-7.000 rumah yang teraliri pada 2014 ini. Ini adalah bagian dari Program PGN Sayang Ibu, menambah 1 juta sambungan baru gas rumah tangga. Program ini dimulai tahun ini dan berkelanjutan di tahun-tahun selanjutnya.

Nilai Investasi

Sebagai informasi, perseroan telah mengalokasikan dana sebesar US$ 300 juta-US$ 500 juta atau sekitar Rp3,57 triliun-Rp5,95 triliun untuk menggenjot pengembangan jaringan pipa gas. Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko PGN Wahid Sutopo pernah bilang, perseroan sepanjang tahun ini mengembangan jaringan distribusi pipa gas di sejumlah wilayah,”Tahun ini memang ada alokasi untuk pengembangan jaringan, totalnya itu antara US$ 300 juta-US$ 500 juta. Tapi tentu pemanfaatan akan kita lihat sesuai kemajuan pengembangan,”ungkapnya.

PGN tahun ini mengembangkan jaringan distribusi di Lampung dan Jawa Tengah. Wahid berharap, dukungan dari semua pihak, khususnya pemerintah daerah untuk pengembangan jaringan distribusi pipa gas PGN,”Kami berharap ada dukungan semua pihak untuk mendukung kelancaran usaha ini. Kami melihat adanya kebutuhan yang cukup mendesak dari industri dan masyarakat untuk kebutuhan gas. Dari sisi pemerintah daerah banyak support, baik di Lampung, Jawa Tengah dan juga Jawa Timur," kata Wahid.

Pengembangan pipa distribusi di Jawa Tengah, kata Wahid, diawali dengan pembangunan pipa yang menghubungkan Takodang dan Tambak Lorok."Kemarin sudah dilakukan peluncuran yang di Jateng, itu kita mengawali pembangunan pipa dari Takodang sampai Tambak Lorok. Juga pengembangan klaster CNG di wilayah Semarang, jaringan distribusi di Lampung, dan juga penguatan infrastrukstur dan jaringan di wilayah Jawa bagian barat,” tutur dia.

Menurut Wahid, saat ini semua pengembangan jaringan distribusi tersebut sudah sampai tahap penyelesaian dan menunggu perizinan maupun dalam tahap persiapan. (bani)