Intiland Bukukan Penjualan Rp 1,18 Triliun

Rabu, 16/07/2014

NERACA

Jakarta -Ditengah lesunya bisnis properti, pengembang properti ternama PT Intiland Development Tbk (DILD) masih mampu membukukan pertumbuhan penjualan atau marketing sales sepanjang semester pertama sebesar Rp1,18 triliun. Dengan hasil ini perseroan telah mencapai 43% dari target tahun 2014 yang telah ditetapkan sebesar Rp2,8 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (15/7).

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono mengungkapkan, pencapaian marketing sales ini merupakan hasil dari penerapan rencana strategis perseroan dalam menjaga pertumbuhan di tengah tekanan yang dialami industri properti nasional. “Pada triwulan II tahun 2014 merupakan periode yang cukup berat bagi industri properti nasional namun kami optimistik kondisi akan membaik di semester kedua tahun ini ,” ujarnya.

Ditinjau dari segmentasi produknya, kontributor tertinggi berasal dari produk-produk superblok mixed-use sebesar Rp593 miliar atau 50,2%. Kontribusi berikutnya berasal dari pengembangan hunian sebesar Rp380 miliar atau 32,2%.

Dimana kawasan Industri memberikan kontribusi sebesar Rp 111 miliar atau 9,4%, dan lain-lain sebesar Rp97miliar atau 8,2%,”Untuk mencapai target tahun ini, perusahaan membuat strategi dengan fokus pada pengembangan superblok. Model pengembangan skala besar dan jangka panjang akan memberikan kontribusi positif di masa mendatang kepada perusahaan,” kata Archied.

Proyek-proyek superblok yang dikembangkan perseroan semenjak tahun lalu terbukti menjadi kontributor-kontributor penjualan terbesar. Proyek Aeropolis membukukan penjualan terbesar dengan kontribusi Rp330 miliar atau 28% dari total keseluruhan marketing sales. Berikutnya adalah South Quarter dengan kontribusi Rp132,9 miliar atau 11 persen, dan Spazio yang mencatatkan penjualan Rp117,6 miliar atau 10 persen.

Pencapaian positif marketing sales di semester I 2014 menurut Archied memberi keyakinan kepada manajemen perseroan terhadap prospek kinerja Intiland tahun 2014. Manajemen perseroan yakin dapat menjaga pertumbuhan perusahaan dan mencapai target marketing sales tahunan.

Salah satu rencana pengembangan baru adalah reklamasi pulau di Pantai Utara Jakarta, tepatnya di kawasan Pantai Mutiara . Saat ini perseroan sudah mendapat izin prinsip untuk melakukan reklamasi bila semua berjalan lancar, pengembangan reklamasi pulau baru akan dimulai pada tahun 2015. Total luas pengembangan reklamasi Intiland adalah 163 hektar, 100 hektar telah selesai dikembangkan melalui kawasan perumahan Pantai Mutiara sementara 63 hektar adalah pengembangan pulau baru.

Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indoensia (Pefindo) memperkirakan bisnis Intiland memiliki propek positif didukung sejumlah proyek yang sedang dikembangkan perusahaan. Analis Pefindo Guntur Tri Hariyanto pernah bilang, sektor properti pada tahun ini akan menghadapi tantangan lebih berat, diantaranya naiknya suku bunga acuan BI (BI Rate), peraturan loan to value (LTV) yang lebih ketat, depresiasi rupiah dan target pertumbuhan penyaluran kredit yang lebih rendah oleh BI. (bani)