Pasar Kangen Jogja 2014 - Ajak Ke Suasana Yogyakarta Tempo Dulu

Pasar Kangen Jogja 2014 siap membawa Kita kembali ke suasana Yogyakarta tempo dulu. Acara menarik ini akan dihelat pada 18-24 Agustus 2014 di Taman Budaya Yogyakarta. Sebanyak 45 anjungan akan menghadirkan aneka kuliner dan kerajinan, serta kesenian khas Yogyakarta.Acara yang sudah diselenggarakan keenam kalinya ini digelar demi melestarikan nilai-nilai tradisi daerah khususnya khas Yogyakarta.

Kuliner-kuliner yang akan menggoda selera pengunjung diantaranya adalah: hawug-hawug, tiwul, lopis, ketan, wedang uwuh, cenil, arak keeling, gatot, tempe bacem, dan lainnya. Sedangkan produk kerajinan yang ditampilkan antara lain:wayang kardus, topeng kayu, miniatur prajurit kraton, cincin akik, kotak perhiasan, arca batu kecil, cermin, dan pigura.

Masing-masing kabupaten di Provinsi Yogyakarta yakni Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Progo, dan Kabupaten Sleman juga akan menampilkan 20 kesenian tradisional mereka seperti jathilan, campursari, wayang orang, reog, karawitan, dan wayang kulit.

Panitia melakukan seleksi ketat untuk calon peserta anjungan. Kesenian dan kuliner yang terpilih hanyalah yang benar-benar menampilkan budaya khas Yogyakarta. Bahkan, nantinya penjaga anjungan pun diminta mengenakan busana khas Yogyakarta.Komunitas bisa bergabung memeriahkan kegiatan ini dan pendaftaran dibuka mulai 14-24 Juli 2014 di Sekretariat Pasar Kangen Jogja di Taman Budaya Yogyakarta.

Pasar Kangen Jogja juga digelar untuk memberikan ruang kepada pelaku seni tradisi di Yogyakarta. Barang-barang kuno juga akan dijual di arena Pasar Kangen seperti kotak perhiasan, arca batu kecil, cermin dan pigura, gramofon termasuk album piringan hitam dan kaset-kaset lama. Barang-barang itu biasanya menjadi incaran pengunjung yang dating ke festival ini.

Sebagai tujuan wisata terfavorit setelah Bali, Yogyakarta tak henti-hentinya bersolek untuk mempercantik diri. Tidak hanya terkenal dengan alam dan budayanya yang kental, kuliner di Yogyakarta pun menggiurkan dan murah. Makanan khas di sini umumnya memiliki citarasa manis karena dominasi kecap.

BERITA TERKAIT

Perdana di Pasar, Saham PBID Naik 10 Point

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) pada perdagangan Rabu (13/12) langsung dibuka naik…

Manulife Sebut Pasar Obligasi Masih Positif

  NERACA   Jakarta - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memandang beberapa faktor positif dari domestik masih akan terus…

KABUPATEN SUKABUMI - Ribka Ajak Warga Ikut Program KB

KABUPATEN SUKABUMI Ribka Ajak Warga Ikut Program KB NERACA Sukabumi - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi IX, Ribka…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Bangunan Peninggalan Belanda Jadi Alternatif Wisata Bromo

Bangunan tua peninggalan masa kolonial Belanda yang berada di lereng Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur bisa menjadi alternatif wisata…

Ini yang Perlu Anda tahu Sebelum Beli Tiket Murah

Berburu tiket murah sebelum bepergian memang menarik demi menghemat biaya perjalanan, tapi bagaimana agar semua bejalan lancar dan menyenangkan. Perusahaan…

Wisata Padang Ternak di NTT

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sedang menyiapkan sejumlah lokasi peternakan di daerah itu untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata ternak."NTT miliki…