Blok Malacca Milik Energi Sudah Berproduksi - Produksi 8,5 juta Kubik Gas Perhari

NERACA

Jakarta – Perusahaan minyak dan gas (migas), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melaporkan bahwa Blok Malacca Strait Psc yang dimiliki 60,49% dan dioperasikan oleh perseroan, telah memulai produksi gasnya secara komersial sebesar 8,5 juta kaki kubik gas per hari kepada Badan Operasi Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako-PT Pertamina Hulu Energi. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur PT Energi Mega Persada Tbk, Didit Agnipinanto mengatakan, volume gas tersebut diproduksi di lapangan gas Kuat dan dijual dengan harga US$8,00/mmbtu, dengan eskalasi sebesar 3% per tahun dari Juli 2014 sampai Agustus 2020.

BOB menggunakan pasokan gas tersebut untuk keperluan bahan bakar pembangkit tenaga listriknya untuk keperluan lifting minyak. Pada kuartal pertama 2014, Blok Malacca Strait telah memproduksi 3.288 barrel minyak per hari. Tambahan produksi gas dari lapangan Kuat tersebut diharapkan akan memberi dampak positif terhadap kinerja keuangan pada semester kedua tahun ini.

Perseroan tahun lalu mencatatkan penjualan besih sebesar US$807 juta, naik 23% dari tahun sebelumnya. Sementara EBITDA yang dicatatkan perseroan naik 35% menjadi sebesar US$462 pada tahun 2013. Informasi ini disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Disebutkan, peningkatan penjualan dan EBITDA yang masing-masing tercatat sebesar 23% dan 35% dari tahun sebelumnya didorong oleh dua faktor utama. Pertama, peningkatan produksi migas dari blok Kangean PSC (Jawa Timur), ONWJ PSC (Jawa Barat) Bentu PSC (Riau, Sumatera), dan Tonga PSC (Sumatera Utara). Dan yang kedua, kenaikan rata-rata harga jual gas dari aset-aset perseroan.

Adapun fokus perseroan saat ini adalah untuk meningkatkan kinerja dari blok-blok yang telah berproduksi dan mengembangkan aset gas yang baru saja diakuisisi di Mozambique, Afrika yaitu Buzi EPCC. Pada periode yang sama, dalam laporan keuangan konsolidasi perseroan, laba bersih yang dicatatkan sebesar US$170 juta.

Kenaikan laba bersih perseroan disebabkan peningkatan penghasilan yang didukung dari penjualan 10% kepemilikan perseroan di blok Masela PSC (Lautan Arafura). Pihaknya mencatat, pada Januai 2014, perseroan mengeluarkan biaya untuk kegiatan eksplorasi sekitar US$9,80 juta. Kegiatan eksplorasi dilakukan di dua wilayah yaitu Blok Bentu PSC, dan Blok Malacca Strait PSC, Riau.

Sementara total biaya yang dikeluarkan perseroan untuk pengeboran sumur gas pengembangan segat-6 di Blok Bentu PSC sebesar US$3,88 juta. Adapun pihak yang melakukan eksplorasi di blok tersebut yaitu EMP Bentu Limited (anak usaha perseroan. Sementara untuk kegiatan eksplorasi di Blok Malacca Strait PSC, menghabiskan dana sebesar US$5,91 juta. Dana tersebut antara lain digunakan untuk pengeboran sumur minyak pengembangan MSDC-16. Adapun pihak yang melakukan eksplorasi yaitu EMP Malacca Strait.

Untuk mendukung kinerjanya, perseroan mengantongi dana pinjaman senilai US$ 90 juta seiring ditandatanganinya perjanjian pinjaman dengan Bank of New York Mellon cabang Singapura.Untuk pinjaman berdenominasi dolar ini perseroan menyebutkan telah menjaminkan sejumlah asetnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Andri Sukses Merakit Bisnis Ratusan Juta Rupiah - Kisah Pelapak Bukalapak

Komitmen Bukalapak sebagai perusahaan teknologi yang memiliki visi memberdayakan UKM di seluruh Indonesia melalui pemanfaatan teknologi, terus dilakukan dengan berbagai…

Produksi TOBA 5,8 Juta Ton Batu Bara

Hingga akhir tahun 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara sekitar 5,4 juta—5,6…

Pasar Modal di 2019 Lebih Menggairahkan - Tekanan Sudah Mereda

NERACA Jakarta – Bila sebagian pelaku pasar menilai tahun politik di 2019 mendatang, menjadi  kondisi yang cukup mengkhawatirkan di industri…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…