Jenuh Beli, IHSG Akhir Pekan Rawan Koreksi

Jumat, 11/07/2014

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 73,298 poin (1,46%) ke level 5.098,010. Sementara Indeks LQ45 ditutup melesat 16,347 poin (1,89%) ke level 875,659. Perburuan investor asing hingga capai Rp 4 triliun menjadi pemicu menguatnya indeks BEI.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.565 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan dua hari lalu di Rp 11.620 per dolar AS,”Euforia pemilu presiden yang sesuai dengan ekspektasi pasar yakni berjalan dengan aman, mendorong aksi beli investor sehingga indeks BEI masih berada di area positif," kata Analis HD Capital Yuganur Wijanarko di Jakarta, Kamis (10/7).

Kendati demikian, lanjut dia, menguatnya indeks BEI pada Kamis ini membuat keadaan pasar saham di dalam negeri masuk dalam area jenuh beli harian dan mingguan,”Kondisi itu dapat menimbulkan aksi jual dari pelaku pasar yang sudah akumulasi saham, namun pelaku pasar masih dapat mengambil posisi beli secara selektif," ujarnya.

Dirinya memperkirakan bahwa bila indeks BEI Jum’at akhir pekan bakal mengalami koreksi. Diperkirakan indeks BEI tidak akan turun menembus level psikologis di 5.000 poin. Sementara analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan, pelaku pasar saham asing ikut masuk dalam euforia pemilu presiden yang berjalan kondusif secara nasional. Investor asing pada Kamis ini membukukan beli bersih saham sebesar Rp4,197 triliun,”Diharapkan, meski hasil hitung cepat capres-cawapres berdasarkan sejumlah lembaga survei berimbang, namun diyakini tetap kondusif sehingga produk investasi pasar modal tetap diminati,”ungkapnya.

Pada perdagangan kemarin, transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) cukup besar yaitu mencapai Rp 4 triliun di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 375.314 kali dengan volume 9,369 miliar lembar saham senilai Rp 15,591 triliun. Sebanyak 183 saham naik, 133 turun, dan 75 saham stagnan.

Bursa-bursa regional rata-rata masih bisa menguat. Hanya bursa saham Jepang yang bergerak di zona merah sejak awal perdagangan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 800 ke Rp 69.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 600 ke Rp 24.600, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 575 ke Rp 53.800, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 525 ke Rp 16.725.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 17.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 26.400, MNC (MNCN) turun Rp 170 ke Rp 2.560, dan Saranacentral (BAJA) turun Rp 170 ke Rp 510.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melesat 102,498 poin (2,04%) ke level 5.127,210. Sementara Indeks LQ45 dibuka 24,589 poin (2,86%) ke level 884,001. Saham-saham perkebunan malah terkena aksi ambil untung karena sudah naik tinggi sejak awal pekan. Sembilan sektor di lantai bursa berhasil menguat, dipimpin sektor industri dasar.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 228.947 kali dengan volume 5,335 miliar lembar saham senilai Rp 9,448 triliun. Sebanyak 163 saham naik, 131 turun, dan 69 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.800 ke Rp 70.000, Indocement (INTP) naik Rp 1.675 ke Rp 26.675, Unilever (UNVR) naik Rp 1.100 ke Rp 32.325, dan BRI (BBRI) naik Rp 650 ke Rp 11.825. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 6.000 ke Rp 1,05 juta, Saratoga (SRTG) turun Rp 545 ke Rp 4.755, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 17.000, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 300 ke Rp 7.200.

Diawal perdagangan, indeks BEI di buka naik 84,90 poin atau 1,69% menjadi 5.109,62. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 22,21 poin (2,59%) ke level 881,63. Kata William Surya Wijaya, euforia pemilu presiden yang berjalan cukup kondusif disambut positif oleh kalangan pelaku pasar saham di dalam negeri dan terefleksi pada pergerakan indeks BEI yang menguat cukup signifikan,”Faktor pemilu presiden yang secara nasional kondusif akan mendorong tren penguatan indeks BEI diperkirakan berlangsung hingga pekan depan," ujarnya.

Dia menambahkan, meski hasil dari hitung cepat yang di sampaikan oleh sejumlah lembaga survei berimbang, namun diharapkan kondisi politik tetap kondusif sehingga dunia investasi dapat terus membaik. Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa sentimen positif eksternal menambah dorongan pelaku pasar untuk masuk ke pasar saham.

Dirinya mengemukakan bahwa data ekonomi eksternal seperti impor Tiongkok yang mencatatkan pertumbuhan, menjadi sinyalemen positif bagi negara-negara Asia termasuk Indonesia sebagai tujuan ekspor utama.

Sementara itu, lanjut dia, sentimen dari AS yang berpeluang menaikkan suku bunga the Fed dalam waktu yang lebih cepat menyusul ekspektasi data klaim pengangguran lebih baik kemungkinan sedikit tereliminasikan oleh sentimen pilpres Indonesia. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 84,33 poin (0,36%) ke level 23.260,40, indeks Nikkei turun 19,36 poin (0,13%) ke level 15.283,29 dan Straits Times menguat 13,78 poin (0,42%) ke posisi 3.289,24. (bani)