Mengulik Rupiah dari Bisnis Parcel Lebaran

Sabtu, 12/07/2014

Pengisi parcel, sebaiknya tak hanya menarik tetapi juga harus memperhatikan kualitas. Sehingga tidak akan mengecewakan konsumen karena telah kadaluarsa atau rusak dan cacat.

NERACA

Momen Hari Raya Iedul Fitri biasanya dijadikan peluang bisnis oleh banyak orang. Buktinya, jelang Hari Raya atau awal Ramadhan saat ini, dapat kita saksikan banyak bermunculan pengusaha dadakan yang ingin memanfaatkan momen Lebaran untuk mendulang untung.

Pasalnya, mendekati Hari Lebaran orang mulai membeli beragam kebutuhan seperti pakaian, makanan dan lain sebagainya. Apalagi, sejak beberapa tahun silam, masyarakat telah memiliki tradisi untuk memberi parcel lebaran kepada teman, keluarga atau atau rekan sejawat. Ya, budaya ini biasa terjadi baik bagi perusahaan atau pun perorangan, saat lebaran semuanya seakan berlomba memberi parcel terbaik.

Ya, tradisi parcel lebaran memang merupakan bagian dari tradisi di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari berbagai toko, supermarket dan mal-mal yang memajang parcel dengan aneka bentuk dan isi. Tommy G Harardja pemilik Freshklindo misalnya, seperti lebaran sebelumnya dia berupaya ingin memberikan parcel terbaik bagi para kliennya. Tetapi dia tidak mau parcel biasa, alhasil dia pun mendesain sendiri isi parcel untuk klien perusahaannya.

“Tradisi ini sudah saya lakukan sejak beberapa tahun silam, saya ingin apa yang saya berikan membuat mereka (klien) merasa tersanjung. Karena isi serta desain parcel-nya tidak akan sama dengan orang lain,” jawab dia.

Biasanya target konsumennya selain individu adalah instansi dan perusahaan. Namun, perusahaan swastalah yang merupakan salah satu target pemasaran yang memiliki prospek cerah, karena memiliki pasar yang cukup besar.

Senada dengan Tommy, pengelola kios parcel di Barito bernama Maman pun menilai pentingnya memberi parcel lebaran. Bahkan bukan hanya para pegawai kantoran, menurut dia perorangan pun banyak yang berburu parcel di kiosnya. “Ada pelanggan saya, yang sejak beberapa tahun ini membeli parcel untuk anggota keluarganya,” kata dia.

Tak Melulu Makanan

Biasanya satu bingkis parcel lebaran berisi aneka ragam minuman dan makanan ringan, namun kini parcel bisa berisi barang pecah belah, kebutuhan rumah tangga dan masih banyak lainnya. Harga yang dapat Anda tawarkan bisa beragam mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

Tentunya salah satu hal penting dalam bisnis parcel adalah bagaimana melakukan pengemasannya. Untuk itu, Anda harus mengemas setiap parcel dengan rapi dan menarik. Parcel lebaran dapat dikemas dengan mengggunakan keranjang atau kardus yang sudah didesain dengan tema khas lebaran.

Sementara itu, soal modal usaha pun tidaklah begitu besar, hanya saja kalau Anda ingin menggunakan wadah berupa anyaman rotan Anda harus mengeluarkan biaya lebih banyak. Tetapi kini, dengan wadah kardus juga tengah diminati. Sehingga modal usaha bisa ditekan.“Ya tergantung isi, tetapi dengan uang Rp3 juta, usaha ini sudah bisa jalan. Asalkan tempat usahanya sudah ada,” kata Maman.