Laju IHSG Bergerak Melesat Tajam - Sambut Positif Hasil Pilpres

NERACA

Jakarta — Jakarta—Pelaksanaan hasil pemilu presiden (Pilpres) yang berjalan aman dan damai, memberikan keyakinan positif terhadap pelaku pasar untuk terus berlanjut investasi di pasar modal. Terlebih, hasil pilpres diperkirakan sudah sesuai ekspektasi pelaku pasar.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono mengatakan, kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla versi hitung cepat akan mendorong pemulihan rupiah dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal itu bisa terjadi karena para pelaku bisnis menaruh keyakinan besar terhadap Jokowi,”Jokowi diyakini sebagai sosok presiden yang jujur dan berani ambil keputusan, yang menimbulkan confidence para pelaku pasar,”ujarnya di Jakarta, Rabu (9/7).

Dia menuturkan, para pelaku pasar akan mengeksekusi kegiatan bisnisnya, yakni investasi. Dengan demikian, ekonomi akan tumbuh. “Jokowi juga dianggap market friendly sehingga kebijakan-kebijakannya nanti akan memberi ruang yang lebar bagi investasi,” imbuh Tony.

Sebelumnya, pengamat Pasar Modal dari Universitas Pancasila, Agus Irfani pernah bilang, menguatnya IHSG jelang Pilpres ini lebih dikarenakan situasi politik aman menjelang pilpres yang membuat pasar modal Indonesia kembali bergairah. Hal ini juga dikaitkan dengan berhasilnya masa kampanye yang aman, kemudian kondisi politik jelang pilpres juga terkendali.

Sedangkan kondisi pasar global maupun regional mengalami penurunan dan hal ini tidak begitu mempengaruhi pasar modal di Indonesia dikarenakan gairah pasar modal sedang bergairah jelang pilpres ini,”Kondisi wait and see yang dilakukan oleh para pelaku pasar modal dinilai berhasil sehingga IHSG dapat menguat. Selama ini ada kekhawatiran pertarungan politik akan ketat, sehingga timbul konflik. Namun, saat kampanye hingga sekarang tidak terjadi apa-apa, hasilnya bagus dan damai, sehingga investor kembali masuk ke pasar domestik,” kata dia.

Menurut dia, dengan melihat kondisi para pelaku pasar maka mereka lebih menghendaki calon pemimpin Indonesia dari kalangan pengusaha dan bukanlah kalangan militer. Hal ini bisa dicontohkan dari negara Thailand, dimana kepemimpinan nasional dikendalikan oleh militer sehingga secara otomatis terjadi penurunan IHSG, hal ini bisa terjadi di Indonesia.“Apalagi investor asing yang lebih mendominasi pasar modal Indonesia lebih menghendaki pemimpin nasional yang berasal dari pengusaha dibandingkan dari militer. Hal ini dikarenakan para investor asing tidak terlalu menyukai kepemimpinan dari militer,” ujar Agus.

Dirinya menambahkan, kenaikan IHSG ini memang cukup baik, namun kondisi ini hanya berlangsung sementara saja. Kenaikan IHSG akan berjalan dalam jangka waktu panjang atau lama apabila kegiatan politik pilpres benar-benar berlangsung aman dan damai,“Pelaku pasar juga melihat komitmen kedua capres dalam menerima hasil dari pilpres nanti menjadi pendorong kenaikan IHSG. Komitmen tersebut menaikkan kepercayaan investor bahwa situasi setelah pilpres akan berlangsung kondusif. Hal ini dianggap penting yang diharapkan dapat mengerek indeks untuk bisa menguat setelah pilpres nanti,” lanjut Agus. (bani)

Related posts