Bank Panin Syariah Kantungi Rp 92,41 Miliar - Hasil Sisa Dana IPO

NERACA

Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal awal tahun ini, PT Bank Panin Syariah Tbk (PNBS) masih memiliki sisa dana sebesar Rp92.418.755.037 hingga akhir 30 Juni 2014,” Dari hasil IPO pada Februari 2014 lalu, perseroan meraih dana bersih sebesar Rp462.098.775.183 dan realisasi penggunaan dana IPO sebesar Rp369.679.020.146,”kata Direktur Utama PT Bank Panin Syariah Tbk, Denny Hendrawati di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, dana sisa IPO saat ini tersimpan di Bank Indonesia (BI) dalam bentuk Fasilitas Simpan Bank Indonesia (FASBI) dengan tingkat suku bunga 5,75% per tahun. Asal tahu saja, dalam penawaran saham perdana, PT Bank Panin Syariah Tbk mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Kondisi tersebut, langsung diklaim PT Evergreen Capital sebagai penjamin efek perseroan sebagai indikator pasar yang mulai membaik.

Pasca mencatatkan saham perdananya yang pertama di tahun 2014, langsung menggenjot ekspansinya setelah memperoleh dana segar Rp475 miliar. Dimana perseroan akan menambah 20 jaringan kantor baru di seluruh Indonesia pada tahun ini. Saat ini, perseroan hanya memiliki 10 jaringan yang merupakan lima kantor cabang utama dan lima kantor cabang pembantu. Sehingga tahun ini perseroan akan memiliki 30 kantor cabang.

Belum lama ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) beri peringkat A+ dengan outlook stabil untuk PT Bank Panin Syariah Tbk (PaninBank Syariah) yang dinilai perseroan memberikan optimisme terhadap kinerja keuangan dalam jangka panjang.

Direktur Utama PaninBank Syariah Deny Hendrawati mengatakan, peringkat tersebut menambah keyakinan seluruh stake holders terhadap kinerja PaninBank Syariah ke depan. Berdasarkan data keuangan perseroan nonaudit per 31 Desember 2013, total aset tercatat sebesar Rp 4,07 triliun, dengan outstanding pembiayaan mencapai Rp2,6 triliun. Sementara dana pihak ketiga yang berhasil dikumpulkan ada sebesar Rp2,8 triliun dengan dukungan 10 kantor cabang.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan perbankan syariah bisa melakukan Initial Public Offering (IPO). Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK, Endang Kusulanjari pernah bilang, dorongan perbankan syariah IPO agar mendapatkan modal alternatif ke masyarakat. "Termasuk pasar modal mencari dari dana masyarakat," ujarnya.

Endang mengatakan, kalau perbankan syariah hanya mengandalkan pemegang saham. Maka modalnya akan sulit bertambah. Untuk itulah, OJK akan membuat perencanaan yang matang untuk memajukan perbankan syariah. Bentuk memajukan perbankan syariah supaya masuk pasar modal dengan adanya master plan ke depannya. "Kita kembangkan ke pasar modal itu masuk perencanaan master plan ada target semua ditingkatkan dan canangkan 5 tahun kedepan," jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

OJK Irit Bicara Soal Merger Bank BUMN Syariah

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memilih bungkam saat ditanya rencana…

OCBC NISP Syariah Jalin Kerjasama dengan UIN Sumut

      NERACA   Jakarta - Unit Usaha Syariah Bank OCBC NISP menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Negeri…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…