BEI Akui Emiten Tahun Ini Bermodal Kecil

Meleset Dari Target

Selasa, 08/07/2014

NERACA

Jakarta – Meskipun jumlah emiten tahun ini yang sudah listing di bursa mencapai 14, namun bicara modal meleset dari ekspektasi target. Pasalnya, mayoritas emiten baru tahun ini memiliki modal yang relatif kecil, sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap kapitalisasi pasar di bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen mengakui, emiten baru yang melantai di bursa pada tahun ini sebagian besar memiliki modal yang relatif kecil. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana terdapat beberapa perusahaan tambang dan konstruksi dengan modal besar yang mencatatkan saham perdananya di BEI,”Perusahaannya memang kecil-kecil tapi bagus. Semuanya bagus. Small is beautiful. Tapi dari sisi jumlah bagus, ini sudah 14, kalau masalah besar-kecil, kita tidak menyeleksi,”katanya di Jakarta, Senin (7/7).

Kendati demikian, Hoesen mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut terhitung cukup baik karena meski dari sisi modal minim, namun jumlah emiten yang masuk terhitung banyak."Kalau dari sisi jumlah oke, ini sudah 14, besok satu, Kamis satu, Jumat dua, jadi ada empat. Kalau sisi jumlah besar oke,”ujarnya.

Selain itu, menurut dia, hal serupa juga terjadi pada penerbitan surat utang atau obligasi. Dia mengatakan, meski tahun ini jumlahnya lumayan, namun nilainya terhitung kecil. Jumlah penerbitan obligasi tahun ini tidak sebaik tahun kemarin, di mana naiknya suku bunga menurunkan jumlah penerbitan surat utang,”Lumayan memang banyak jumlahnya, tapi juga nilainya kecil. Sama juga tahun lalu. Dari sisi jumlah, banyak. Tahun lalu, satu tahun ada 60-an, yang tahun sebelumnya lebih kenceng lagi, memang mengalami penurunan karena tingkat suku bunga naik, yield juga naik,”jelasnya.

Disebutkan pekan ini, ada dua calon emiten yang bakal listing di Bursa Efek Indonesia menyusul PT Magna Finance Tbk. Kedua emiten tersebut adalah, PT Sitara Propertindo dan PT Bank Dinar Indonesia. PT Sitara Propertindo dan PT Bank Dinar Indonesia telah mendapatkan efektif dari OJK juga pada akhir bulan lalu. Masa penawaran dilakukan pada 2-4 Juli, penjatahan pada 8 Juli, distribusi saham dan pengembalian uang pemesanan pada 10 Juli dan listing di BEI pada 11 Juli 2014.

PT Sitara Propertindo melepas 4 miliar lembar saham dengan harga saham perdana Rp106 dan nilai nominal saham Rp100, sehingga total dana hasil IPO sekitar Rp424 miliar. Adapun penjamin pelaksana emisi efek Sitara Propertindo adalah PT Sinarmas Sekuritas.

Sedangkan, PT Bank Dinar Indonesia melepas sebanyak 500 juta miliar lembar saham dengan harga Rp110 per lembar dan nilai nominal saham Rp100, sehingga total dana hasil IPO mencapai Rp55 miliar. Selaku penjamin pelaksana emisi efek, perseroan telah menunjuk PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas. Tahun ini, pihak BEI menyampaikan optimis minat IPO pada semester kedua atau setelah pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli mendatang akan marak. Sehingga, target 30 emtien baru dipastikan akan terealisasi. (bani)