Perluas Pasar, Magna Finance Rambah Mobil Baru

Targetkan Pembiayaan Rp 500 Miliar

Selasa, 08/07/2014

NERACA

Jakarta – Kebijakan pemerintah soal mobil murah membuat pasar penjualan mobil mulai goyang, hal ini dikarenakan banyak konsumen beralih ke mobil murah seiring dengan produk yang banyak di rilis Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Maka melihat potensi pasar tersebut, PT Magna Finance Tbk (MGNA) berencana merambah bisnis pembiayaan untuk mobil baru.

Direktur Utama PT Magna Finance Tbk, Goenadi Hadiwidjaja mengatakan, saat ini bisnis perseroan masih fokus pembiayaan mobil bekas. Namun kedepan, ada rencana merambah pembiayaan untuk mobil baru,”Ada rencana untuk pembiayaan mobil baru, mungkin tahun depan,”ujarnya di Jakarta, Senin (7/7).

Lebih lanjut dia menjelaskan, rencana ini akan bekerja sama dengan perusahaan lain melalui kerja sama mitra. "Tapi kerjasama secara partnership atau mitralah. Dengan dealer yang ada, sekarang kan dealer juga mitra," tuturnya.

Dia beralasan, pertimbangan perusahaan untuk masuk ke pembiayaan mobil baru karena potensi pasar yang lebih besar, meski memeiliki keuntungan maupun kekurangan masing-masing. "Kelebihannya dia kondisi harga yang dari toko itu sudah fix. Kita tidak perlu survei kendaraannya lagi. Kalau mobil bekas itu harus survei lagi. Kendaraannya bagus atau tidak. Kalau mobil baru tidak perlu. Tapi mobil baru biasanya bunganya lebih rendah," imbuhnya.

Walaupun akan menyasar ke pembiayaan mobil baru, Goenadi menuturkan, perseroan tidak akan bergeser dari inti bisnis saat ini, yakni pembiayaan mobil bekas. Alasannya, core bisnis perseroan selama ini banyak di mobil bekas dan untuk mobil baru hanya untuk tambahan agar lebih besar.

Oleh sebab itu, dia berharap dengan masuknya perseroan ke Bursa Efek Indonesia, ke depannya dapat menerbitkan surat utang (obligasi) untuk mendukung pendanaan perusahaan. Selain itu, sambungnya, perseroan juga berencana akan membuka jaringan baru atau kantor cabang, selain yang sudah di buka di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan,”Ya, kita buka jaringan tergantung pertumbuhan kita karena kalau untuk tumbuh, kita harus buka jaringan yang baru. Jadi, di satu daerah kita tidak bisa lipat gandakan. Risiko kreditnya juga besar. Tahun ini paling 3 (buka kantor cabang) maksimal. Sekarang ada 28 kantor,”ungkapnya.

Tahun ini, perseroan menargetkan pembiayaan mobil bekas mencapai Rp500 miliar. Dibanding tahun lalu, target tersebut kurang lebih sama dan bukan stagnan karena menyesuaikan kondisi dan juga portofolio investasi.

Saat ini realisasi pembiayaan di bulan Juni sudah berada di angka Rp200 miliar. Perseroan optimistis bisa mencapai Rp500 miliar hingga penghujung tahun,”Untuk sisanya Rp300 miliar itu, pendanaan dari bank yang memberikan dukungan. Jadi kita tidak pernah kekurangan dari segi pendanaan, selalu cukup. Bank mendukung terus tapi modal harus naik. Bank (yang memberikan dukungan) sudah ada 11,”kata Goenadi Hadiwidjaja.

Menurut dia, pembiayaan mobil bekas ini mayoritas digunakan untuk komersial dan usaha, dengan prosentase sekitar 60%,”Semua pribadi tapi untuk usaha. Pick up juga, Kijang, Avanza. Tapi itu kebanyakan untuk usaha semua," jelasnya.

Kemudian debut perdana di pasar modal, saham PT Magna Finance Tbk langsung dibuka pada harga Rp135 per saham. Nilai tersebut naik Rp30 dari harga saham yang ditawarkan dalam rangka initial public offering (IPO) senilai Rp105 per saham.

Perseroan menjadi emiten ke-14 yang mencatatkan sahamnya di pasar modal tahun ini dengan jumlah saham yang ditawarkan ke publik adalah sebesar 700 juta lembar atau sebanyak 70% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nominal Rp100. Adapun total dana hasil IPO tersebut mencapai Rp73,5 miliar. Dana hasil IPO akan digunakan perusahaan untuk modal kerja dalam rangka ekspansi kredit perseroan. (bani)