SMF Gaet Dua Bank Besar

Kembangkan Bisnis Sekuritisasi

Senin, 07/07/2014

NERACA

Jakarta - PT Sarana Multigriya Financial (Persero) terus berusaha mengembangkan lini bisnis sekuritisasi. Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pembicaraan dengan dua bank besar untuk melakukan persiapan transaksi sekuritisasi. Dia berharap dengan bertambahnya mitra kerja sama, lini bisnis sekuritisasi bisa lebih berkembang.

"Ditargetkan tahun ini, bisnis sekuritisasi bisa mencapai proses sekuritisasi sebesar Rp1,5 triliun - Rp2 triliun," kata Raharjo, Kamis (4/7), pekan lalu. SMF sendiri sejak tahun lalu telah melakukan sekuritisasi dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan nilai transaksi mencapai Rp1 triliun. Tahun ini, SMF kembali memproses transaksi sekuritisasi atas tagihan KPR BTN dengan nilai sebesar maksimal Rp2 triliun.

Sekuritisasi merupakan upaya untuk mengurangi resiko likuiditas dan perubahan tingkat suku bunga atas KPR akibat adanya maturity mismatch. Melalui sekuritisasi, debitur KPR akan memperoleh pembiayaan dengan pendanaan jangka panjang dari pasar modal sehingga maturity mismatch tersebut dapat diminimalisir. Raharjo juga mengatakan pihaknya terus melakukan pendekatan dengan sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam penyaluran pembiayaan kredit rumah pada tahun ini. Selama semester I 2014, minat BPD untuk memperoleh pendanaan dari SMF semakin meningkat. Terlihat dengan makin banyaknya BPD yang diajak kerjasama untuk menyalurkan pembiayaan seperti BPD Kalsel, Bank Nagari, BPD NTB, Bank DKI, dan BJB Syariah.

Dia pun mengatakan, untuk ke depannya perseroan akan terus meningkatkan kerjasama dengan sejumlah BPD. Selama semester II 2014 akan ada 2-3 BPD yang akan diajak kemitraan untuk menyalurkan pembiayaan."Kami melakukan pendekatan dengan seluruh BPD. Tahun ini ada BPD baru yang akan diajak kerja sama, salah satunya BPD Bali," ujar Raharjo.

Dengan makin banyaknya BPD, perbankan konvensional, dan syariah, diharapkan perseroan bisa menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR sebesar Rp3 triliun hingga akhir tahun ini. Hingga semester I saja, penyaluran pinjaman telah mencapai Rp6,98 triliun atau naik sebesar 36,44% dari semester I tahun lalu yang mencapai Rp5,12 triliun.

Sedangkan secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahaan dari tahun 2006 sampai akhir semester I 2014 telah mencapai sebesar Rp13,27 triliun atau meningkat sebesar 36,82% dibanding semester I 2013 yang mencapai Rp9,7 triliun. Hingga Juni 2014, SMF juga mencatat telah menyalurkan KPR untuk 327.616 debitur. [mohar]