Awal Pekan, IHSG Masih Tren Menguat

Senin, 07/07/2014

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin, berjalan cukup positif hingga akhir perdagangan. Meskipun diawal perdagangan, pergerakan indeks BEI sempat terkoreksi. Derasnya aksi beli investor memicu pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) atau indeks BEI ditutup menguat 17,09 poin (0,3%) ke posisi 4.905,825. Sementara indeks LQ45 juga menguat 3,478 poin (0,42%) menjadi 829,282.

Sentimen positif lainnya, datang dari nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di posisi Rp 11.860 per dolar AS. Menguat dibandingkan posisi pembukaan perdagangan yaitu Rp 11.900 per dolar AS.

Menurut Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah, penguatan rupiah dipicu stabilitas nilai tukar rupiah yang mampu kembali menyakinkan pelaku pasar untuk kembali masuk ke pasar modal, “Stabilitas rupiah dan pandangan positif Fitch rating terhadap ekonomi Indonesia menjadi sentimen positif bagi IHSG,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya menambahkan, Fitch rating memandang Indonesia masih sebagai negara yang layak investasi di tengah perlambatan ekonomi global,”Penilaian Fitch rating atas obligasi Indonesia berdenominasi euro di peringkat BBB- (triple B minus) juga akan menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar saham," katanya.

Sementara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan dalam siaran persnya mengemukakan, pemerintah untuk pertama kalinya menjual obligasi atau Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi euro seri RIEURO721 sebesar satu miliar euro. Dijelaskan, penerbitan obligasi valuta asing dilakukan sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber-sumber pembiayaan dan perluasan basis investor global.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan, diproyeksikan akan kembali bergerak ke zona hijau dengan tren penguatan yang terus berlanjut. Tercatat transaksi perdagangan saham di pasar reguler BEI sebanyak 158.321 kali dengan volume mencapai 5,8 miliar lembar saham senilai Rp5,6 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 166 saham, yang melemah 116 saham, dan yang tidak bergerak 104 saham.

Hampir semua sektor saham menguat. Sektor dengan penguatan terbesar adalah properti yang naik 2,34%. Sedangkan yang melemah tertinggi adalah aneka industri, yang minus 0,09%. Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp275 menjadi Rp27.500, PT AKR Corporindo Tbk (AKR) naik Rp35 menjadi Rp4.520, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp125 menjadi Rp11.100.

Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Asahimas Flatt Glass Tbk (AMFG) turun Rp250 menjadi Rp7.100, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) turun Rp145 menjadi Rp1.300, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp300 menjadi Rp5.125. Kemudian bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng ditutup menguat 14,92 poin (0,06%) ke level 23.546,36, indeks Nikkei naik 88,84 poin (0,58%) ke level 15.437,13 dan Straits Times menguat 3,01 poin (0,09%) ke posisi 3.275,48.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 16,506 poin (0,3%) atau ke level 4.905,241. Sementara indeks LQ45 juga menguat 4,014 poin (0,49%) menjadi 829,818. Perdagangan berjalan semarak diwarnai frekuensi transaksi sebanyak 82.776 kali yang melibatkan 3,62 miliar saham senilai Rp 3,29 triliun. Sebanyak 168 saham menguat, 85 saham melemah, dan 63 saham stagnan.

Pelaku pasar melakukan akumulasi beli setelah kemarin IHSG melemah seharian. Akumulasi beli menyebabkan Indeks mampu keluar dari teritori negatif. Sejumlah saham yang menguat signifikan dan menjadi top gainers antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 menjadi Rp 53.100, Indocement (INTP) naik Rp 300 menjadi Rp 23.375, dan HM Sampoerna (HMSP) naik 300 menjadi Rp 68.300. Sementara saham-saham yang melemah dan masuk kategori top losers antara lain Mayora Indah (MYOR) turun Rp 325 menjadi Rp 29.425, Saranacentral Bajatama (BAJA) turun Rp 300 menjadi Rp 905, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 250 menjadi Rp 5.175.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka terkoreksi 4,29 poin atau 0,09% menjadi 4.884,44 , sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,12 poin (0,14%) ke level 824,68,”Sebagian pelaku pasar saham masih mengambil posisi jual sehingga mendorong indeks BEI dibuka melemah tipis," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada.

Dia menambahkan bahwa pelaku pasar saham masih cenderung menunggu sentimen menjelang pemilu presiden, di sisi lain nilai tukar rupiah yang cenderung bergejolak juga cukup membebani laju IHSG BEI. Kendati demikian, lanjut dia, potensi penguatan indeks BEI cukup terbuka seiring dengan pergerakan bursa saham di kawasan Asia menyusul membaiknya data-data ekonomi Amerika Serikat.

Sementara analis Samuel Sekuritas Aiza mengemukakan bahwa data "nonfarm payrolls" AS naik dan jumlah pengangguran mengalami penurunan pada bulan Juni,”Membaiknya pasar tenaga kerja AS akan direspon positif bursa Asia, karena sebelumnya data itu menjadi sentimen yang ditunggu oleh investor," katanya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 57,14 poin (0,24%) ke level 23.588,58, indeks Nikkei naik 94,22 poin (0,61%) ke level 15.442,38 dan Straits Times menguat 12,46 poin (0,41%) ke posisi 3.286,61. (bani)