Indomobil Suntik Modal Anak Usaha

Perkuat modal untuk ekspansi bisnis lebih agresif lagi, PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) meningkatkan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor ke PT IMG Sejahtera Langgeng (IMGSL). Adapun modal dasar ditingkatkan dari Rp1 triliun menjadi Rp1,5 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (3/7).

Disebutkan pula, perseroan juga meningkatkan modal dan disetor IMGSL dari Rp624,96 miliar terbagi atas 624.962 lembar saham menjadi Rp1,17 triliun terbagi atas 1.170.802 lembar saham. Masing-masing saham dengan nilai nominal sebesar Rp1 juta.

Keputusan untuk peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor telah mendapat persetujuan dari pemegang saham perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 Juli 2014. Saham tambahan yang timbuh sebagai akibat peningkatan modal ditempatkan dan disetor mencapai 545.840 lembar saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp545,84 miliar.

Saham tambahan tersebut diambil bagian oleh para pemegang saham IMGSL secara proporsional sesuai dengan persentase kepemilikan saham. IMGSL merupakan perusahaan yang 99,989% sahamnya dimiliki IMAS.

Sebagai informasi, meskipun laba bersih PT Indomobil Sukses Internasional Tbk di tahun 2013 anjlok hingga 33,59% menjadi Rp 532,46 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 801,73 miliar. Namun perseroan tetap mengalokasikan sebesar Rp 52,54 miliar atau Rp 19 per saham untuk dividen.

Direktur Utama Indomobil Jusak Kertowidjojo pernah bilang, penurunan laba bersih tahun 2013 dipengaruhi oleh kondisi perekonomian Indonesia yang tidak sebaik yang diharapkan di awal tahun. Melemahnya harga komoditas, inflasi, kenaikan suku bunga, dan melemahnya nilai tukar rupiah menjadi faktornya.

Selain itu, persaingan antar merek yang semakin ketat dan meningkatnya biaya dikarenakan perluasan jaringan pemasaran dan purna jual.“Problem terbesar rupiah itu kan jadi masalah, suku bunga tidak turun, dan lain-lain, tight policy pemerintah,”ujarnya.

Dia menyebutkan, perseroan mencatatkan peningkatan penghasilan bersih sebesar 1,59% dari Rp 19,78 triliun di tahun 2012 menjadi Rp 20,09 triliun di 2013. Kontribusi penghasilan terbesar berasal dari segmen usaha penjualan kendaraan bermotor yaitu memberikan kontribusi sebesar 77,67% diikuti oleh segmen penjualan suku cadang dengan kontribusi sebesar 9,94%, segmen usaha jasa pembiayaan dengan kontribusi sebesar 3,99% dan segmen usaha jasa persewaan kendaraan dengan kontribusi sebesar 3,24%.

Perseroan mengelola merek-merek terkenal dengan reputasi internasional yang meliputi Audi, Datsun, Foton, Hino, Infiniti, Kalmar, Mack Trucks, Manitou, Nissan, Renault, Renault Trucks, Saonon, SDLG, Sunward, Suzuki, Volkswagen, Volvo, Volvo Construction Equipment, Volvo Trucks, dan Zoomlion. (bani)

BERITA TERKAIT

Pasar Modal di 2019 Lebih Menggairahkan - Tekanan Sudah Mereda

NERACA Jakarta – Bila sebagian pelaku pasar menilai tahun politik di 2019 mendatang, menjadi  kondisi yang cukup mengkhawatirkan di industri…

Kadin Berharap Pemerintah Susun Regulasi Lebih Pro Dunia Usaha - Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia berharap pemerintah membuat kebijakan dan regulasi bidang kelautan dan perikanan pro dunia…

LPDB Ajak KUMKM Babel Kembangkan Usaha

LPDB Ajak KUMKM Babel Kembangkan Usaha NERACA Pangkal Pinang - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…