Cara Tepat Memilih Daging Ayam

Sabtu, 05/07/2014

Biasanya setap Ramadhan, penjualan ayam meningkat. Maklum, lauk berbahan ayam memang sangat digemari, tidak hanya anak-anak orang dewasa pun sangat menyenaginya menyantap bersama nasi saat beduk maghrib atau santap sahur.

Meski demikian, jangan pernah salah memilih ayam untuk disantap. Karena belakangan ini, sering kali kita temukan ayam dengan kualitas yang kurang baik di pasaran, misalnya beredarnya ayam tiren ataupun ayam gelonggongan. Sehingga seorang pembeli dituntut lebih cermat dalam memilih ayam berkualitas baik untuk dikonsumsi.

memilih ayam bagi yang berpengalaman mungkin tidaklah sulit, tetapi bagi para ibu baru, persoalan memilih daging ayam terkadang sangat membingungkan. Maklum, mereka (kaum ibu) pasti ingin menghadirkan menu makanan yang terbaik pada keluarganya.

Untuk itu, ketika ingin membeli daging ayam, pilihlah tempat penjualan daging yang bersih, kalau perlu membeli ayam di lokasi pemotongan ayam. Sehingga dapat dipastikan, ayam yang dipotong di tempat tersebut hanyalah ayam yang sehat saja.

Selain hal-hal yang tadi disebutkan, masih ada lagi beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membeli ayam. Pilihlah, ayam berkulit bersih, putih mengkilat, tanpa bercak darah, dengan disertai serabut otot putih pucat dan kenyal dan pembuluh darah daerah leher dan sayap kosong tanpa darah.

Ciri daging ayam yang sudah menjadi bangkai adalah, memiliki kulit tidak bersih, ada bercak darah di dada, sayap, paha, punggung, serabut ototnya pun kemerahan dan kadang terasa lembek/tidak kenyal. Selain itu, pembuluh darah leher dan sayap penuh darah.

Terakhir, setelah dibeli, ayam harus disimpan di tempat yang baik, karena ayam mudah tercemar Salmonella. Untuk itu, simpan ayam dalam wadah tertutup dan dengan suhu 0-2 derajat celcius, cara ini dapat mempertahankan daging hingga 2 sampai 3 hari. Jika ingin lebih lama, simpanlah dalam freezer.