DIREKSI PDAM SUSAH DITEMUI Krisis Air Bersih di Kota Cirebon Berlanjut

NERACA

Cirebon – Krisis air bersih yakni dengan terhentinya aliran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Cirebon sejak Jumat pekan kemarin, hinga berita ini diturunkan, masih terus berlanjut. Dilokasi kebocoran di daerah Plangon terlihat, sebuah lubang ditengah jalan raya menganga cukup lebar. Diperkirakan, kedalaman lubang sekitar 4 meteran. Pada dasar lubang, tampak dua buah pipa besi besar terpotong, yang katanya bekas lokasi bocornya air PDAM.

Hanya yang disesalkan, beberapa kali direksi PDAM Kota Cirebon dihubungi via telepon, tidak pernah ada balasan. Dirut PDAM, Wim Wilantara tidak pernah mau menjawab SMS yang dikirimkan, terkait konfirmasi masalah matinya aliran air PDAM. Begitupun ketika wartawan mencoba mendatangi kantor PDAM, semua direksi tidak berada ditempat Sekertaris pribadi Wim beralasan, semua direksi sedang berada dilokasi bocornya pipa trasmisi.

Masih mendingan, setelah ditelepon berkali kali dan dikirim SMS, Direktur Tekhnik PDAM, Hendra Yogi Yasa mau memberikan keterangan. Menurut dia, kebocoran tersebut akibat polar pada penyambung pipa. Yogi beralasan, kebocoran tersebut bukan karena human error, namun dikarenakan sulitnya mencari bahan, sewaktu ada kebocoran tahun lalu.

“Dulu memang sempat bocor, lalu disambung dengan elektron yang sekarang ini kembali bocor. Namun ini bukan human error. Ini murni karena kualitas alat yang tidak bagus. Masalahnya, dulu kita sulit mencari alat ini, jadi ya kita pasang seadanya saja. Daripada tidak ada,” jelas Hendra, Senin (15/8) kemarin pada Neraca.

Hendra mengaku, saat ini pihaknya memakai sistem las dengan alat khusus yang sudah direkomensadikan oleh pihak metalurgi Jakarta. Pihaknya meng- klaim, sistem las ini akan mampu menghindari kebocoran seperti yang terjadi saat ini. Menurut dia, alat tersebut sudah melalui uji lab dan bersertifikat.

“Kami menjamin sistem las saat ini akan lebih baik daripada sistem memakai polar. Kebocoran akan bisa dihindari, karena pengelasannya tidak sembarangan. Tukang las nya juga yang sudah punya sertifikat, dan sering dipakai Pertamina. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, air bisa mengalir normal,” janji Hendra.

Seperti diberitakan Neraca sebelumnya, matinya aliran air PDAM Kota Cirebon ini katanya, akibat rusaknya pipa transmisi dijaringan induk. Karuan saja, sekitar 50 ribu pelanggan PDAM Kota Cirebon dibuat meradang, terlebih momentnya berbarengan dengan bulan puasa. Warga harus mengeluarkan biaya ekstra, yakni pembelian air minum dan air buat mandi.

Ujung-ujungnya, beberapa pihak berencana akan melakukan class action kepada PDAM Kota Cirebon, akibat pelayanan yang dinilai buruk. Namun, niat tersebut tidak disetujui Ketua DPRD Kota Cirebon, Nazarudin Azis. Menurut azis, saat ini bukan waktu yang tepat melakukan somasi, karena perbaikan pipa yang bocor akan terganggu.

Justru yang disarankan Azis adalah, agar class action dilakukan setelah perbaikan selesai. Azis juga berjanji, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil direksi PDAM, untuk menjelaskan permasalah kebocoran tersebut. Sayangnya, beberapa masyarakat menilai, tidak mungkin ada sanksi yang akan dijatuhkan kepada pihak PDAM. Pasalnya, kejadian tahun lalupun hingga kini tak jelas juntrungnya.

Related posts