Saham Sektor Ritel Belum Melesat Tajam - Momentum Ramadhan dan Lebaran

NERACA

Semarang –Bulan Ramadhan dan hari Lebaran merupakan bulan penuh berkah karena seiring meningkatnya konsumsi masyarakat dan hal ini tentunya berimbas peningkatan penjualan pada sektor ritel dan juga saham sektror ritel di pasar modal. Namun saat ini, peningkatan tersebut belum terasa pada awal Ramadhan.

Hal ini diakui langsung Branch Manager PT Danareksa Sekuritas Semarang, Melcy RS Makarawung. Dirinya menuturkan, pergerakan saham ritel belum terasa pada awal Ramadhan 2014 karena minat masyarakat untuk berbelanja kebutuhan Lebaran mendatang masih rendah, “Kalau melihat tren di tahun sebelumnya memang ada pergerakan khusus di saham ritel tetapi pergerakannya tidak signifikan, kelihatannya di tahun ini juga demikian," ujarnya di Semarang, kemarin.

Menurutnya pada tahun-tahun sebelumnya pergerakan tersebut tidak sampai berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena investor lebih tertarik melirik saham-saham besar. Pihaknya memprediksi untuk saham ritel di antaranya PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) termasuk saham yang paling tinggi kenaikannya yaitu antara 10-15%.

Dia menuturkan, produk-produk yang dijual oleh kedua perusahaan tersebut kebanyakan merupakan kebutuhan sehari-hari dan bukan khusus dikonsumsi saat Ramadhan dan Lebaran, selain itu kebanyakan konsumennya berasal dari masyarakat menengah sehingga tidak berpengaruh besar terhadap IHSG,”Kalaupun ada kenaikan transaksi pada saham ritel paling lama hanya akan bertahan selama satu bulan, saya memprediksi akan terasa mulai pertengahan Juli hingga Agustus mendatang," jelasnya.

Melcy mengatakan saat ini kenaikan transaksi belum terasa karena pasar riil dari ritel juga belum mengalami peningkatan yang signifikan, masyarakat masih menunggu Tunjangan Hari Raya (THR) untuk bisa berbelanja kebutuhan Lebaran.

Sementara itu Melcy mengatakan investor-investor besar lebih tertarik mengikuti perkembangan 10 saham besar yang ada di Indonesia di antaranya Bank BRI, Bank BCA, Bank Mandiri, PT Telkom (Persero), dan PT Astra International Tbk."Saham-saham besar inilah yang meskipun hanya mengalami sedikit pergerakan tetapi justru mampu memengaruhi IHSG karena nilainya juga lebih besar dari saham ritel," jelasnya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Ingin Kembangkan Sektor Perikanan dan Pertanian, Bupati Asmat Harapkan Dukungan Lebih Dari Pusat

NERACA Jakarta - Bupati Kabupaten Asmat, Elissa Kambuh, menuturkan, masyarakat kami baru 65 tahun bersentuhan dengan dunia luar. Padahal potensi alam…

Himperra Usul Pemanfaatan Dana BPJS TK di Sektor Properti Meningkat

Himperra Usul Pemanfaatan Dana BPJS TK di Sektor Properti Meningkat NERACA  Jakarta - Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra)…

Inilah Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang Baru

Inilah Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang Baru NERACA Sukabumi - Setelah dilantik Pada Kamis, (20/9) lalu,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rights Issue Perkuat Struktur Modal FREN

Danai pelunasan utang dan juga belanja modal, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana untuk meningkatkan modal dasar melalui mekanisme penerbitan…

RIMO Catatkan Laba Bersih Rp 83,81 Miliar

NERACA Jakarta - Di semester pertama 2018, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp83,81 miliar  atau naik 175,14%…

FIF Terbitkan Obligasi Rp 1,3 Triliun

Perkuat modal, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) yang bergerak di bidang pembiayaan, yakni PT Federal International Finance (FIF)…