Komitmen Adira Menjaga Loyalitas Konsumen - Mengulang Kesuksesan Adira X-tra Bonus

NERACA

Jakarta – Ketatnya bisnis pembiayaan tahun ini menjadi tantangan bagi pelaku industri multifinance di dalam negeri untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen dan termasuk strategi pemasaran agar tetap bisa survive. Hal ini sangat berasal, karena Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memprediksi bila pertumbuhan industri multifinance tahun ini diprediksikan bakal berjalan lambat seiring dengan kenaikan suku bunga Bank Indonesia dan pengetatan likuiditas.

Ketua Umum APPI, Suwandi Wirantno mengatakan, pertumbuhan industri multifinance bakal berjalan lambat tahun ini. Hal ini diakibatkan dari kondisi ekonomi global dan nasional, terutama setelah lahirnya ketentuan soal uang muka. “Perlambatan pertumbuhan pembiayaan dipengaruhi banyak faktor, termasuk batasan uang muka,”ungkapnya.

Belum lagi, rencana produsen membatasi produksi kendaraan bermotor. Seperti, kendaraan bermotor roda dua yang ditargetkan diproduksi sebanyak 8 juta unit atawa hanya naik 4% ketimbang tahun lalu. Melihat kondisi ini, pelaku industri otomatis cuma bisa mematok pertumbuhan pembiayaan 5% - 10% hingga akhir tahun nanti.

Bisnis pembiayaan kendaraan pasar menjanjikan. Pasalnya, dari total penyaluran pembiayaan multifinance yang sebesar Rp 348 triliun, portofolio pembiayaan kendaraan bermotor mendominasi. Yaitu, sebesar Rp 147 triliun disalurkan ke roda empat dan Rp 67 triliun ke sepeda motor. Sedangkan, Rp 17,5 triliun mengalir ke pembiayaan alat berat, dan sisanya ke pembiayaan elektronik dan anjak piutang.

Menyadari tantangan yang dihadapi industri multifinance, maka perusahaan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk terus melakukan terobosa agar mampu menjaga pertumbuhan bisnis. Salah satu yang dilakukan perseroan adalah menjaga kualitas layanan sesuai dengan tagline perseroan Sahabat Setia Selamanya. Melalui tagline ini, perseroan selalu mengedepankan prioritas pelayanan kepada konsumen agar menjadi konsumen yang loyal.

Tidak sampai disitu saja, perseroan kembali mengulang kesuksesan dengan kembali meluncurkan program pembiayaan Adira X-tra Bonus 1001 MotoGP Sepang. Bila sebelumnya, hadiah Grandprize Adira Xtra Bonus nontong bareng ke Stadion MU di Old Trafodd Inggris, maka kali ini diajak nonton bareng MotoGP di Malaysia.

Direktur Utama Adira Finance, Willy Suwandi Dharma mengatakan, Adira X-tra Bonus dimaksudkan untuk apresiasi kepada konsumen yang mempercayakan kredit kepada Adira. Dimana nasabah yang dapat meraih grandprize nonton MotoGP adalah mereka yang melakukan kredit kendaraan pada priode 1 Maret -31 Agustus 2014.

Menurut Willy, kehadiran Adira X-tra Bonus merupakan komitmen perseroan sesuai tagline Sahabat Setia Selamanya. Dimana perseroan keinginan untuk membuka dialog, sehingga terjadi hubungan jangka panjang dengan konsumennya, dan menjadikan Adira Finance lebih dari sekedar perusahaan pembiayaan, “Melalui tagline ‘Sahabat Setia Selamanya’, tentu saja konsumen akan semakin banyak mendapatkan keuntungan,”ujarnya.

Pangsa Pasar

Asal tahu saja, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk menargetkan terjadi peningkatan pangsa pasar atau market share pembiayaan kendaraan bermotor mencapai 16%. Peningkatan ini diharapkan mampu mengatasi ketertinggalan Adira dari kompetitornya,”Kami kejar di angka 14% sampai 16%, tahun lalu pangsa pasar Adira Finance di segmen ini hanya mencapai 12,6%," ujar Direktur Keuangan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, I Dewa Made Susila.

Made juga menyatakan, Adira juga menargetkan pertumbuhan pembiayaan baru pada tahun ini mencapai 8%-10%. Namun dia enggan menjelaskan secara detail mengenai hal tersebut. Sementara itu, perseroan catatkan pembiayaan kredit kendaraan bermotor mencapai Rp 8,1 triliun pada kuartal I 2014. Pembiayaan kredit kendaraan bermotor itu antara lain sebesar 56% untuk sepeda motor baik baru ataupun bekas, sedangkan 46% untuk pembiayaan mobil."Dengan demikian, piutang pembiayaan konsumen yang dikelola meningkat 8% dan mencapai Rp 48,5 triliun pada akhir Maret lalu," kata Made.

Untuk laba bersih mencapai Rp 411 miliar atau meningkat 22% pada kuartal I 2014 dibandingkan kuartal I tahun lalu yang sebesar Rp 336 miliar. Sedangkan total aset perusahaan juga mengalami peningkatan 16% atau mencapai Rp 31,3 triliun dibandingkan Rp 30,99 triliun pada 2013. "Hal ini didorong oleh kenaikan pembiayaan yang tumbuh 19%," lanjutnya.

Disebutkan, pada kuartal I tahun ini, jumlah penjualan motor baru di Indonesia mencapai 1,99 juta unit, sedangkan penjualan mobil baru mencapai 328 ribu unit. "Ini yang membuat kita pada kuartal I tahun ini membutuhkan pembiayaan baru terhadap 440 ribu unit kendaraan roda dua dan roda empat, dengan nilai pembiayaan baru mencapai Rp 8,1 triliun," tandasnya. (bani)

Related posts