Lunasi Utang, BUMI Gelar Rights Issue - Bidik Dana Rp 8 Triliun

NERACA

Jakarta – Tahun ini menjadi tahun terberat bagi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk keluar dari kesulitan keuangan akibat beban utang, rugi kurs dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan belum pulihnya harga batubara. Maka untuk mendai belanja modal dan lunasi utang, perusahaan batubara grup Bakrie and Brother ini berencana menggelar rights issue atau penawaran umum terbatas (PUT) IV dengan menargetkan dana sebesar Rp8,049 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, perseroan akan menerbitkan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 32.198.770.000 dengan harga pelaksanaansetiap saham Rp250 per lembar. Nantnya, hasil dana "right issue" setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk modal kerja dan pembayaran utang.

Sebanyak Rp182 miliar akan digunakan untuk modal kerja diantaranya biaya operasional dan pembayaran bunga. Sebesar Rp1,72 triliun untuk melunasi fasilitas perseroan antara lain CDB, Axis Bank L, Credit Suisee, Deutche Bank, UBS AG. Kemudian, sebesar Rp552 miliar untuk merealisasikan anggaran program untuk blok 13 dan R2 dari konsesi hidrokarbon yang dimiliki Gallo Oil Ltd yang merupakan anak usaha perseroan. Sebesar Rp374,67 miliar untuk feasibility study konsesi tembaga dan emas PT Gorontalo Minerals yang juga anak usaha perseroan dengankepemilikan saham 69,67% melalui PT bumi resources Minerals Tbk.

Lalu sebesar Rp1,725 triliun untuk pelunasan sebagian utang perseroan berdasarkan US$ 375 juta 9,25%. "Guaranteed convertible bond due 2014 yang diterbitkan oleh Enercoal Resources Pte ltd. Kemudian, sebesar Rp1,75 triliun untuk pelunasan fasilitas pinjaman dari China Investment Corporation (CIC) melalui Country Forest Limited (CFL). Sisanya sebesar Rp1,72 triliun akan digunakan untuk pelunasan utang kepada Castleford Investment Holdings Ltd.

Manajemen Bumi Resources juga menjelaskan setiap pemegang saham biasa atas nama Seri A yang memiliki 20 saham berhak atas 31 HMETD. Apabila terdapat sisa saham, maka sebanyak 13,8 miliar saham baru akan diambil bagian oleh Long Haul Holdings Limited dan Castleford Investment Holdings Ltd. Masing-masing perusahaan memperoleh 6,9 miliar saham baru. Apabila masih ada sisa saham sebanyak 2,042 miliar akan diambil bagian oleh PT Danatama Makmur sebagai pembeli siaga.

Sebelumnya, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan saham BUMI atau suspense pada perdagangan efek Rabu 11 Juni 2014 lantaran jatuh tempo pembayaran kupon obligasi yang diterbitkan Bumi Capital Pte. Ltd dan Bumi Resources Tbk sebagai penjamin. Menanggapi hal itu, Direktur dan Sekertaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava menyampaikan bahwa perseroan telah memperoleh persetujuan dari pemberi pinjaman untuk menyelesaikan transaksi China Investment Corporation (CIC),”Perseroan melakukan pembayaran kupon atas obligasi yang jatuh tempo tahun 2016 pada hari ini dalam masa tenggang atau 'cure period',”paparnya. (bani)

Related posts