Intermedia Bidik Pendapatan Rp 1 Triliun - Berkah Hak Siar Piala Dunia

NERACA

Jakarta – Perhelatan piala dunia menjanjikan keuntungan besar bagi emiten pemilik siaran piala dunia, seperti yang dilakoni PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang merupakan induk usaha dari stasiun televisi nasional ANTV. Pasalnya, Intermedia Capital yang mendapatkan hak siar piala dunia hanya tinggal menghitung pundi keuntungan dari hak siaran piala dunia.

Direktur Utama Intermedia Capital, Erick Thohir mengatakan, perseroan menargetkan pendapatan (income) sepanjang tahun 2014 ini dapat meningkat sebesar 19,76% atau mencapai Rp 1 triliun,”Secara ANTV dengan adanya piala dunia dapat menolong. Tahun lalu income closing di angka Rp 835 miliar. Dengan piala dunia (World Cup), bisa di atas Rp 1 triliun," kata Direktur Utama Intermedia Capital Erick Thohir di Jakarta, Kamis (26/6).

Lebih lanjut, Erick menuturkan bahwa dengan adanya helatan Piala Dunia ini juga menguntungkan bagi perseroan. Meski sebelum piala dunia digelar, perseroan mengklaim sudah masuk ke tier dua dan tiga,”Piala Dunia ini juga membuat awarness masyarakat yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari data dalam arti teknis banyak di wilayah dalam dan luar kota men-switch cari siaran Piala Dunia di ANTV. Jadi, awarness masyarakat tinggi dan bertambahnya viewer. Tanpa siaran bola saja kita udah di tier dua dan tiga. Dengan Piala Dunia ini sudah masuk ke tier satu," jelasnya.

Selain itu, Erick menjelaskan pendapatan tersebut juga didapatkan dari mobile device milik perusahaan, yaitu dari Viva All."Banyak viewers dari wireless itu banyak yang nonton dari mobile device (tanpa kabel). Kan kita punya aplikasi Viva All di mana user bisa nonton World Cup dengan mobile device," terangnya.

Tercatat, pada tahun 2013 lalu pendapatan usaha perseroan mencapai Rp 835,5 miliar atau naik 36,8% dibandingkan tahun sebelumnya yang senilai Rp 610,8 miliar. Sementara itu, tercatat laba bersih sebesar Rp 119 miliar atau meningkat 173,6% dibandingkan tahun 2012 yang sebesar Rp 43,5 miliar.

Sedangkan, untuk perolehan di kuartal-I 2014 pendapatan juga tumbuh 28,1% menjadi Rp 217,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 169,9 miliar. Laba bersih sebesar Rp 64,08 miliar atau naik 29,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnyas senilai Rp 49,57 miliar.

Tahun ini, PT Intermedia Capital Tbk mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini mencapai Rp 73,85 miliar. Disebutkan, dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk menambah jumlah relay station dan infrastruktur multiplexing milik perseroan,”Dana capex untuk biayai pembangunan infrastruktur dan untuk mendorong ekspansi perusahaan," kata Erick.

Lebih lanjut, dia, menyebutkan alokasi belanja modal tahun ini seluruhnya berasal dari kas internal perseroan,”RUPST barusan juga setujui untuk menyisihkan sebagian dari laba bersih 2013 bakal alokasi capex tahun ini," jelasnya.

Sedangkan, untuk perolehan di kuartal-I 2014 pendapatan juga tumbuh 28,1% menjadi Rp 217,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 169,9 miliar. Laba bersih sebesar Rp 64,08 miliar atau naik 29,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnyas senilai Rp 49,57 miliar. (bani)

Related posts