Revitalisasi Semen Baturaja Meraup Untung - Persiapkan Bangun Pabrik Baru

NERACA

Jakarta – Menyusul kesuksesan Semen Indonesia dalam pengembangan bisnis semen, PT Semen Baturaja Tbk terus berbenah diri dengan menambah pabrik baru guna meningkatkan kapasitas produksi. Teranyar, perseroan terus melakukan berbagai persiapan untuk merealisasikan pembangunan satu pabrik baru dengan kapasitas produksi 1,5 juta ton semen per tahun.

Pabrik baru yang sedang dipersiapkan untuk segera diwujudkan pembangunannya yakni yang berlokasi di Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Kata Kepala Bagian Humas PT Semen Baturaja, Sahadi, pihaknya terus berupaya meningkatkan produksi semen untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat terhadap salah satu bahan bangunan itu, “Guna meningkatkan produksi semen tersebut, perusahaan berupaya mengembangkan kapasitas dua pabrik yang ada di wilayah Sumsel yakni di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Palembang, serta satu pabrik di Panjang, Lampung,”ujarnya kemarin.

Selain itu, perseroan juga membangun beberapa pabrik baru baik di dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan seperti yang sedang diproses di Kabupayen OKU Selatan maupun di daerah lainnya seperti yang tengah dijajaki di Provinsi Jambi.

Menurut Sahadi, kapasitas produksi tiga pabrik semen yang dimiliki sekarang ini sejak akhir 2012 secara bertahap dilakukan peningkatan,”Kapasitas produksi terpasang pabrik secara bertahap ditingkatkan dari 1,2 juta ton semen per tahun pada akhir 2012 kini Mei 2014 menjadi dua juta ton per tahun,"ungkapnya.

Asal tahu saja, sampai dengan kuartal pertama tahun ini, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) berhasil menjual volume semen sebesar 304.815 ton. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, perseroan juga telah membukukan penjualan semen diangka Rp284,61 miliar.

Corporate Secretary SMBR, Zulfikri Subli pernah bilang, perolehan penjualan semen pada tiga bulan pertama tahun ini meningkat 25% dibandingkan capaian yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan hasil penjualan semen perseroan pada kuartal I/2014 juga ikut tumbuh sekitar 28% dibandingkan kuartal I/2013,”Sampai dengan triwulan I/2014 perseroan berhasil menjual volumen semen sebesar 304.815 ton atau naik 25% dari tahun lalu, hasil penjualan juga terdongkrak 28% menjadi Rp284,61 miliar hingga akhir Maret 2014,” kata Zulfikri

Untuk diketahui, pada kuartal I/2013 lalu, Semen Baturaja hanya mampu menjual volume semen diangka 228.611 ton. Sedangkan diperiode yang sama, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen semen tersebut mencatat penjualan diangka Rp204,92 miliar. Penjualan semen perseroan sebagian besar masih diperoleh dari wilayah Palembang (Sumatra Selatan) dan Lampung.

Dengan demikian, perolehan penjualan tersebut telah mencapai 20,93% dari target penjualan perseroan hingga akhir tahun ini yaitu sebesar Rp1,36 triliun. Sepanjang tahun ini Semen Baturaja mengharapkan pendapatan tumbuh 20% menjadi Rp1,36 triliun dari tahun sebelumnya Rp1,16 triliun.

Sedangkan, volume penjualan semen diharapkan sebanyak 1,5 juta ton atau naik 17% dari 1,26 juta ton di akhir 2013. Sampai dengan kuartal I/2014, perseroan telah mencapai volume penjualan diangka 20,32 persen hingga akhir tahun ini yaitu 1,5 juta ton. Semen Baturaja sepanjang 2014 juga membidik laba bersih tumbuh 12,17% dari pencapaian 2013 jadi Rp350 miliar,”Untuk mencapai itu, kita juga akan tingkatkan market share (pangsa pasar) jadi sekitar 52% dari 40% di Palembang dan Lampung. Kedua wilayah ini dinilai memiliki pertumbuhan yang paling stabil,” tutur dia.

Tahun ini, perseroan berencana membangun pabrik baru ketiganya di wilayah Jambi. Perseroan memperkirakan nilai investasi pabrik tersebut sekitar Rp2,9 triliun. Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji Raharjo mengatakan, persreoan saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan. Rencananya, lahan yang akan dibebaskan mencapai 5.000 hektar (ha),”Pembangunan pabrik di Jambi masih dalam proses pembebasan lahan dan akan menempati lahan seluas 5.000 ha. Saat ini, lahan yang baru dibebaskan sekitar 500 ha senilai Rp50 miliar. Kalau sesuai IUP (Izin Usaha Pertambang) seluas 5.000 ha,”ujarnya.

Menurut Pamudji, kapasitas produksi dan investasi pabrik baru di Jambi akan disamakan dengan pembangunan Pabrik Baturaja II yang berlokasi di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Sedangkan, pabrik kedua tersebut masih dalam proses persiapan pembangunan. Disebutkan, kapasitas pabrik Jambi sekitar 1,85 juta ton per tahun dan investasinya sekitar Rp2,8 triliun sampai Rp2,9 triliun. (bani)

Related posts