Tiga Pilar Bagikan Dividen Rp 24,87 Miliar

NERACA

Jakarta –Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih sepanjang tahun 2013, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akan membagikan dividen untuk tahun buku 2013. Dimana keputusan ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, nilai dividen yang dibagikan Rp 8,5 per saham. Sementara, jika mengacu pada laporan keuangan AISA periode 2013, jumlah modal ditempatkan dan disetor AISA tercatat sebesar 2,93 miliar saham.

Jadi, nilai total saham yang dibagikan sebesar Rp 24,87 miliar. Dengan kata lain, dividen ini memiliki pay out ratio sekitar 8% dari laba bersih AISA tahun lalu, Rp 310,39 miliar. Asal tahu saja, nilai dividen AISA tahun ini 6% lebih besar dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 8 per saham. Lalu, jika mengacu pada harga saham AISA saat ini yang ada di level Rp 2.370 per saham, berarti dividen yield AISA sekitar 0,35%.

Tahun lalu, AISA membukukan pendapatan Rp 4,06 triliun, naik 48% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Seiring dengan kenaikan tersebut, laba bersih AISA juga naik 47% menjadi Rp 310,39 miliar. Selain itu, guna mendanai ekspansi bisnisnya, perseroan mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk menerbitkan saham baru dengan skema tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (non-HMETD) atau private placement.

Kata Direktur Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Joko Mogoginta, jumlah saham yang akan diterbitkan dalam private placement ini maksimal 10% dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan atas saham seri B. Jumlah itu setara dengan 292,6 juta saham.

Harga per saham dibanderol Rp 2.250 per saham. Dengan demikian, dari hajatan ini, perseroan akan meraup dana hingga Rp 658,35 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan untuk perluasan investasi dan modal kerja.

AISA belum memiliki kepastian waktu kapan rencana ini bakal dieksekusi. Yang jelas, rencana ini memiliki masa berlaku dua tahun sejak pengumuman rencana private placement diumumkan. Manajemen juga masih enggan siapa yang bakal menjadi investor strategis aksi korporasi ini,”Ada beberapa pemegang saham lama, ada juga calon pemegang saham baru. Ada yang dari pihak asing dan dalam negeri,”kata Sjambiri Loe, Direktur Keuangan AISA.

Disamping itu, perseroan bakal menawarkan saham perdana anak usahanya PT Bumiraya Investindo melalui initial public offering (IPO). Namun, rencana yang sebelumnya ditargetkan terlaksana kuartal I tahun ini terpaksa molor, “Rencananya mundur karena ada proses restrukturisasi yang harus kami lakukan," ujar Sekretaris Perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Yulie Hadiwana.

Rencana awalnya memang Bumiraya yang langsung melepas saham ke publik melalui hajatan initial public offering (IPO). Namun, rencana itu berubah menjadi pembentukan perusahaan baru yang menaungi Bumiraya, yakni PT Golden Plantation.

Golden Plantation diakuisisi AISA pada 28 Maret lalu. Nantinya, seluruh aset Bumiraya bakal terkonsolidasi ke Golden Plantation. Hingga Maret 2014, aset Bumiraya tercatat sebesar Rp 1,14 triliun. Golden Plantation juga akan mengakuisisi perusahaan perkebunan lain. Nah, setelah proses restrukturisasi usai, nantinya Golden Plantation inilah yang bakal IPO. (bani)

BERITA TERKAIT

DPRD Siap Bahas Tiga Raperda - Pemkot Sukabumi Berencana Dirikan Televisi Lokal

DPRD Siap Bahas Tiga Raperda Pemkot Sukabumi Berencana Dirikan Televisi Lokal NERACA Sukabumi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota…

Tangerang Targetkan Pembangunan Tiga Pasar Tradisional Rampung 2019

Tangerang Targetkan Pembangunan Tiga Pasar Tradisional Rampung 2019 NERACA Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menargetkan pembangunan tiga proyek pasar…

Tiga Bank BUMN Syariah jadi Mitra Pertamina

NERACA Jakarta - PT Pertamina (Persero) menggandeng tiga bank Syariah anak BUMN sebagai mitra dalam pembayaran gaji dan sejumlah pembayaran…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…