Mitrabara Bidik Dana IPO Rp 378 Miliar

NERACA

Jakarta – Meskipun harga batubara saat ini belum menunjukkan pemulihan, namun tidak mempengaruhi bagi PT Mitrabara Adiperdana Tbk ragu listing di pasar modal dengan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Bahkan perseroan menyakini, dengan penawaran saham perdana akan mampu diserap pasar dengan alasan produksi batubara perseroan memiliki segmen pasar tersendiri dan kalorinya yang tinggi.

Direktur Utama PT Mitrabara Adiperdana Tbk, Khoirudin mengatakan, perseroan membidik penawaran saham perdana sebesar Rp 313 miliar sampai dengan Rp 378 miliar, “Harga saham perdana yang ditawarkan dikisaran Rp 1.150 hingga Rp 1.350 per saham dan perseroan melepas saham ke publik sebanyak-banyaknya 273,03 juta saham atau sekitar 22% dari seluruh saham perseroan,”ujarnya di Jakarta, Senin (23/6).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan dana hasil IPO ini sekitar 58,5% bakal digunakan untuk peningkatan modal disetor dan ditempatkan untuk entitas anak perusahaan yang digunakan untuk peningkatan fasilitas pelabuhan danoverhaul.Sedangkan,sekitar 35% akan dipergunakan untuk modal kerja perseroan di antaranya biaya kontraktor tambang."Sekitar 6,5% akan dipergunakan untuk memenuhi belanja modal perseroan melalui pembangunan fasilitas pendukung di area tambang," imbuhnya.

Disebutkan, dana yang diberikan kepada anak usaha akan dipakai untuk pembangunan fasilitas infrastruktur pendukung. Melalui anak usahanya PT Baradinamika Muda Sukses, perseroan akan membangun pelabuhan dengan kapasitas lima juta ton.

Infrastruktur pelabuhan merupakan bottle neck yang menghambat kinerja perseroan. Sehingga, Mitrabara menilai perlu melakukan pengembangan infrastruktur berupa pembangunan pelabuhan. Apalagi, perseroan akan meningkatkan produksi sampai 60% pada 2016. Tahun ini, perseroan menargetkan produksi sebesar 2,5 juta ton. Target produksi ini meningkat 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Di akhir 2015 kami targetkan empat juta ton," kata Khoirudin.

Pelabuhan akan dibangun dengan kapasitas lebih banyak dari produksi perseroan. Hal ini dilakukan karena Mitrabara ingin melakukan diversifikasi bisnis anak usaha.Nantinya, Baradinamika akan fokus sebagai provider pelabuhan. Kapasitas produksi empat juta ton akan dipakai sendiri oleh Mitrabara. Sementara, kapasitas satu juta ton akan dipakai untuk melayani tambang di sekitar perseroan.

Dalam IPO kali ini, perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Sucorinvest Central Gani yang akan bertindak sebagai penjamin emisipelaksana. Direktur-Invesment Banking PT Danareksa Sekuritas Boumediene Sihombing menjelaskan saham yang ditawarkan perseroan merupakan saham baru sebanyak-banyaknya 136.516.800 saham dan saham divestasi milik PT Wahana Sentosa Cemerlang sebanyak-banyaknya 136.516.800 saham.

Perseroan menargetkan akan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 30 Juni 2014. Sedangkan, masa penawaran pada 2-4 Juli, tanggal penjatahan 7 Juli. Sedangkan, saham tersebut rencananya akan mulai dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 Juli 2014.

Sementara itu, Direktur Investment Banking PT Sucorinvest Central Gani Achdiarini Siwiwardhani menambahkan bahwa saham perseroan tetap akan menarik bagi para investor."Price earning ratio(PER) Mitrabara itu sebanyak 7,4-8,7 kali. Jika, dibandingkan industri batu bara itu diestimasikan 11 kali. Jadi, saham ini akan menarik bagi investor karena tetap terdiskon," tutupnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Pasca Dana Desa dan Kelurahan, Kini Muncul Dana Kecamatan

  NERACA   Jakarta – Dana desa dan dana kelurahan sudah digelontorkan oleh pemerintah, kini dana kecamatan ikut dikaji oleh…

Saham IPO Wahana Interfood Oversubscribed

NERACA Jakarta - Debut perdana di pasar modal, saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) dibuka naik 69,7% ke level…

Akuisisi 56,77% Saham Phapros - Kimia Farma Anggarkan Dana Rp 1-1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) mengakuisisi 56,77% saham Phapros yang dimiliki PT Rajawali Nusantara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…