Transformasi KSEI Dalam Layanan Investor - Integrasi Kartu AKSes Dan ATM

NERACA

Jakarta – Guna memudahkan pelayanan dan kenyamanan dalam transaksi di pasar modal, khususnya dalam menggunakan fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus melakukan inovasi layanan dan produk. Teranyar, KSEI pada akhir Juni akan merilis layanan AKSes dapat digunakan dengan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, Heri Sunaryadi mengatakan, integrasi kartu AKSes dengan kartu ATM merupakan bagian langkah perseroan untuk meningkatkan login investor pasar modal terhadap kartu AKSes,”Melalui fasilitas AKSes yang dapat digunakan melalui ATM, menandakan dimulainya sinergi antara pasar modal dengan perbankan,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (19/6).

Dia mengemukakan bahwa pada awal tahun 2014, KSEI melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Bank Permata Tbk untuk memanfaatkan fasilitas AKSes yang direncanakan mulai beroperasi akhir Juni tahun ini.

Dirinya menuturkan, berdasarkan hasil survei tahun lalu masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi investor untuk memanfaatkan fasilitas AKSes. Untuk itu, KSEI berupaya memberikan beberapa alternatif agar investor semakin mudah melakukan login dan melakukan pemantauan portofolio efek dan dananya melalui ATM.

Menurutnya, melalui pengembangan itu, investor mendapat kemudahan dan alternatif untuk melakukan login di ATM, sehingga investor dapat lebih mudah melakukan pemantauan portofolio efek dan dana melalui fasilitas AKSes.

Fasilitas AKSes KSEI merupakan media informasi bagi investor untuk memonitor posisi dan mutasi efek miliknya yang disimpan di satu atau beberapa Sub Rekening Efek di KSEI. Disamping itu, sebagai lembaga yang memiliki catatan tentang investor pasar modal Indonesia, KSEI juga terus berusaha agar data yang tercatat senantiasa terkini dan terbarukan, khususnya untuk mendukung implementasi "Single Investor Identification" (SID)."Penerapan modul Static Data Investor (SDI) sejak 27 Desember 2013 lalu menjadi langkah awal dalam proses pengkinian data investor. Pengkinian data dapat dilakukan oleh pemegang rekening KSEI (Perusahaan Efek dan Bank Kustodian) secara langsung apabila terjadi perubahan data nasabah," katanya.

Dalam waktu dekat, Heri Sunaryadi mengharapkan data nasabah di SDI dapat terhubung dengan data kependudukan milik Departemen Dalam Negeri yang didasarkan pada data e-KTP,”Untuk merealisasikan hal itu, beberapa waktu lalu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Dalam Negeri untuk pemanfaatan database kependudukan Republik Indonesia. Sebagai tahap awal, database kependudukan akan dimanfaatkan untuk mengefektifkan proses pengkinian data investor yang telah terdaftar dalam modul SDI,”ungkapnya. (bani)

Related posts