PNM Ajarkan Cara Cerdas Pertahankan Pelanggan

NERACA

Surabaya – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terus meningkatkan kompetensi pelaku usaha mikro kecil (UMK) dengan mendorong inovasi dalam mengembangkan usaha.

Pemimpin PNM Cabang Surabaya, Puji Riyanto mengatakan pelaku UMK jangan hanya fokus meningkatkan produksi, tetapi juga harus memikirkan upaya menjaga loyalitas pelanggan. Hal tersebut diperlukan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat seiring dengan meningkatnya ekspektasi dan kebutuhan konsumen.

“Sayangnya banyak wirausahawan UMK yang sering kali berfikir bahwa menjalankan roda bisnis hanya berpatokan pada produksi dan jualan saja, tanpa melihat intagible value dari mempertahankan pelanggan,” katanya di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/6).

Menyadari hal tersebut, lanjut Puji, PNM melalui Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) secara regular memberikan pelatihan dan pembinaan guna mempertajam pengetahuan akan pentingnya mempertahankan pelanggan demi eksistensi produk di industri UMKM. Kali ini pelatihan nasabah PNM digelar di Pasuruan, Jawa Timur bagi 100 nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).

Menurut Puji, pelatihan ini berupaya membuka wawasan pelaku UMK di Pasuruan agar lebih tanggap dalam melihat peta persaingan serta tuntutan perubahan bisnis baik dari aspek produksi, distribusi, hingga pemasaran.

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para nasabah bisa lebih optimal dalam memanfaatkan jasa pembiayaan dari PNM dan sekaligus mampu meningkatkan kapasitas usahanya maupun membantu program pemerintah dalam pengembangan perekonomian masyarakat,” jelas Puji.

Sementara itu, Direktur Bisnis Mikro II PNM, Carolina Dina Rusdiana menjelaskan program pelatihan nasabah ini merupakan bagian terintegrasi dari bisnis PNM sebagai BUMN yang dikhususkan bagi pemberdayaan UMKM. Melalui keterpaduan jasa pembiayaan dan pembinaan ini diharapkan bisa memberikan solusi secara menyeluruh bagi pelaku UMKM dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi.

Dia menambahkan aktivitas pemberdayaan UMK, yang mengkombinasikan bisnis pembiayaan dan peningkatan kapasitas bisnis, menjadi pembeda PNM dibanding dengan lembaga keuangan lainnya. Selama 2013, PNM telah melaksanakan 208 kali pelatihan yang diikuti oleh 9.662 pelaku UMKM atau jumlah peserta meningkat 258% dibandingkan dengan pencapaian 2012.

Hingga saat ini PNM Cabang Surabaya membawahi operasional bisnis dari 24 kantor ULaMM, yang dibantu monitor oleh empat klaster, yakni klaster Surabaya, Klaster Pasuruan, Klaster Lamongan, dan Klaster Tuban.

Sampai Mei 2014, total outstanding pembiayaan PNM Cabang Surabaya mencapai Rp126,1 miliar. Pembiayaan tersebut diberikan kepada 2.305 pelaku UMK di Surabaya.

Sepanjang 2013 PNM aktif memperluas jaringan dengan menambah 100 unit ULaMM, 22 kluster, 3 kantor cabang pembantu serta meningkatkan status 4 kantor cabang pembantu menjadi kantor cabang. Dengan demikian, saat ini PNM memiliki 706 jaringan layanan, yang terdiri dari 26 cabang, 4 cabang pembantu, 97 klaster dan 578 unit ULaMM, yang menjangkau 2.799 kecamatan di seluruh Indonesia.

Selaras dengan ekspansi bisnis, penyaluran pembiayaan PNM juga turut mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Tercatat total dana yang telah disalurkan PNM sejak berdiri hingga Desember 2013 mencapai Rp16,97 triliun, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1,46 juta pelaku UMKM. [mohar]

Related posts